Menguat, IHSG Jajal Level 6.250
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - Aji Emitennews
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kompak ditutup menguat. Itu ditopang lonjakan saham sektor teknologi seiring koreksi imbal hasil obligasi pemerintah, dan optimisme investor terhadap outlook perusahaan. Beberapa saham emiten sektor teknologi khususnya produsen Chip membukukan penguatan cukup signifikan.
Di antaranya Marvell Technology surplus 5,8 persen, Advanced Micro Devices melejit 2,80 persen, dan Broadcom melesat 3,67 persen. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah dengan tenor 10 tahun tercatat mengalami penurunan 3 bps menjadi 5,281 persen, sedang untuk tenor 30 tahun hanya sedikit mengalami perubahan ke level 5,655 persen.
Sebagai catatan Imbal hasil keduanya masih tertinggi sejak 2002. Penguatan indeks bursa Wall Street, dan harga beberapa komoditas diprediksi menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, IHSG diprediksi melanjutkan penguatan dengan kisaran support 6.135-6.080, dan resistance 6.250-6.310.
Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor menyodorkan saham Aneka Tambang alias Antam (ANTM), Surya Semesta Internusa (SSIA), AKR Corporindo (AKRA), Triputra Agro (TAPG), Astra Agro Lestari (AALI), dan Merdeka Copper Gold (MDKA). (*)
Related News
Genjot TPT Demi Kejar Pertumbuhan 8%, Kemenperin Siapkan Ini
Pengumuman FTSE Jadi Katalis Positif IHSG, Investor Perhatikan Ini
Tak Ada Saham Baru yang Masuk FTSE, Tapi Ada Perubahan Ini
Didukung Bank Mandiri, Rating Bank Mantap Bertahan idAAA
FTSE Pastikan Indonesia Masih di Secondary Emerging Market
IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Pantau Area Ini!





