Menukik 74 Persen, Laba Bersih Surya Media (SCMA) Kuartal I-2023 Tersisa Rp66 Miliar
:
0
EmitenNews.com - Surya Citra Media (SCMA) per 31 Maret 2023 meraup laba bersih Rp66,66 miliar. Merosot 74 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp284,84 miliar. Akibatnya, laba per saham dasar induk SCTV dan Indosiar itu, susut menjadi Rp1,05 dari periode sama tahun sebelumnya senilai Rp4,51 per lembar.
Perosotan laba itu, menyusul pendapatan bersih Rp1,52 triliun, susut 0,65 persen dari edisi sama tahun lalu sebesar Rp1,53 triliun. Beban program dan siaran Rp969,21 miliar, bengkak dari edisi sama tahun lalu Rp810,39 miliar. Beban usaha Rp450,73 miliar, naik dari Rp435,07 miliar. Pendapatan operasi lainnya Rp7,67 miliar, ambles dari Rp76,04 miliar.
Beban operasi lainnya Rp51,77 miliar, bengkak dari Rp3,80 miliar. Laba usaha Rp65,20 miliar, anjlok 81 persen dari edisi sama tahun lalu Rp361,45 miliar. Pendapatan keuangan Rp23,37 miliar, melesat dari Rp6,16 miliar. Bagian laba dari entitas asosiasi Rp472 juta, menanjak signifikan dari periode sama sebelumnya tekor Rp65,79 juta.
Beban keuangan Rp11,38 miliar, bengkak dari Rp10,01 miliar. Laba sebelum beban pajak penghasilan Rp77,65 miliar, ambrol 78 persen dari edisi sama tahun lalu Rp357,54 miliar. Beban pajak penghasilan bersih Rp67,99 miliar, susut dari Rp95,86 miliar. Laba periode berjalan Rp9,66 miliar, drop 96 persen dari Rp261,67 miliar.
Jumlah ekuitas Rp8,71 triliun, menanjak dari periode sama tahun sebelumnya senilai Rp8,70 triliun. Total liabilitas Rp1,91 triliun, mengalami penyusutan dari edisi akhir tahun sebelumnya sebesar Rp2,24 triliun. Jumlah aset Rp10,63 triliun, menukik dari akhir tahun lalu sebesar Rp10,95 triliun. (*)
Related News
Deretan Top Gainers di Tengah IHSG yang Merah, Apa Saja?
Komisaris Multitrend Indo (BABY) Borong 2,17 Juta Saham, Ini Sosoknya
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen





