EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terpuruk dan ditutup di zona merah pada sesi I penutupan perdagangan Jumat (26/6/2026). Seluruh sektor melemah dan menekan indeks ke level psikologis 5.800.

Berdasarkan data RTI Business pukul 11.30 WIB, IHSG ditutup di 5.835,114, anjlok 163,923 poin atau 2,73%. Indeks sempat dibuka menguat di 6.010,339 dan menyentuh level tertinggi 6.045,258 sebelum berbalik arah.

Tekanan jual masif terjadi merata. Tercatat 593 saham melemah, hanya 91 saham menguat, dan 123 saham stagnan. Volume transaksi mencapai 11,70 miliar saham dengan nilai turnover Rp6,39 triliun dan frekuensi 933.351 kali. Kapitalisasi pasar menyusut menjadi Rp10.232,51 triliun.

Data perdagangan menunjukkan kesebelasan sektor IHSG kompak melemah. Sektor Komoditas dan Industri menjadi pemberat utama dengan penurunan masing-masing 5,36% ke 1.491,80 dan 5,31% ke 1.433,12. 

Sektor lain yang turut menyeret IHSG seperti Infrastruktur -4,04% ke 1.719,19, Energy -3,23% ke 2.664,89, Consumer Cyclical dan Transportation & Logistic masing-masing -3,20% ke 869,12 dan 1.613,82, Technology -2,63% ke 6.303,62.

Saham-saham big caps yang ramai ditransaksikan di sesi I seperti BBRI turun 1,40% ke Rp2.810, BMRI melemah 2,50% ke Rp3.900, TPIA anjlok 6,61% ke Rp1.765, DSSA -4,22% ke Rp795. BRPT turun 6,65% ke Rp1.475, BRMS -9,72% ke Rp492, dan EMAS merosot 11,70% ke Rp6.225. BBCA menjadi big bank yang bertahan hijau dengan penguatan 0,83% ke Rp6.075.

LQ45 ikut terkoreksi 2,07% ke 575,56, mengonfirmasi tekanan merata pada saham lapis pertama.