EmitenNews.com - Harga emas dunia bergerak menguat hingga melewati level USD4.350 per ons pada perdagangan Selasa (22/9). Penguatan komoditas logam mulia ini berhasil memulihkan posisi dari kerugian pada sesi sebelumnya.

Kenaikan harga emas terdorong oleh penurunan harga minyak mentah dunia yang membantu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global, sekaligus menekan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan lebih lanjut oleh Federal Reserve.

Berdasarkan data Trading Economics, harga minyak tercatat merosot selama empat sesi berturut-turut. Pelemahan harga energi ini terjadi di tengah meningkatnya upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah serta adanya tanda-tanda kelancaran aliran pasokan energi dari kawasan tersebut.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan berpidato di Majelis Umum PBB di New York serta membuka peluang untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela-sela agenda tersebut.

Di saat yang sama, para pelaku pasar terus mencermati arah kebijakan moneter AS dari pernyataan para pejabat The Fed. Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee menyatakan bahwa bank sentral tidak dapat mengabaikan guncangan pasokan yang terjadi secara berulang dan terus-menerus.

Sementara itu, Presiden Fed St. Louis Alberto Musalem mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga lanjutan masih mungkin diperlukan demi mencapai target inflasi. Investor kini menantikan pidato dari dua pejabat The Fed lainnya, yaitu John Williams dan Tom Barkin.

Kenaikan emas dunia umumnya menjadi sentimen pendorong bagi penyesuaian harga emas batangan Antam di dalam negeri, sekaligus menjaga daya tarik emas sebagai instrumen lindung nilai bagi para investor domestik di tengah ketidakpastian arah suku bunga global.(*)