MKNT Buka Suara Soal Suspensi Saham, Bakal Tempuh Ini
:
0
Pengurus Remitra Global pada rapat umum pemegang saham luar biasa. Foto - Rezki/Emitennews
EmitenNews.com - PT Remitra Global International Tbk (MKNT) atau semula dikenal PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, buka suara soal saham yang masih disuspensi.
Direktur Utama MKNT, Santoso Widjojo mengungkapkan bahwa perseroan terus mengupayakan memenuhi seluruh persyaratan Bursa Efek Indonesia (BEI) agar saham dapat diperdagangkan kembali.
Salah satu persyaratan itu yakni pembuktian bahwa posisi ekuitas perseroan telah positif. Selain itu, hal itu dapat dibuktikan melalui laporan keuangan per 30 September 2026 atau laporan keuangan insidental pasca private placement atau PMTHMETD.
“Saat ini, perseroan sedang berkoordinasi dengan bursa dan otoritas sehubungan dengan permohonan perdagangan kembali saham perseroan,” kata Santoso melalui keterbukaan informasi, dikutip Rabu (14/10).
Tak dipungkiri, menilik laporan kinerja keuangan terakhir, posisi ekuitas perseroan tercatat minus Rp13,6 miliar. Bahkan, jumlahnya membengkan dari periode akhir tahun 2025 yang berada di Rp7,3 miliar.
Begitu pun dengan laporan ekuitas per 31 Desember 2024 yang juga minus Rp7,4 miliar. Artinya, selama hampir 3 tahun berturut-turut, ekuitas perseroan berada di posisi negatif.
Untuk diketahui, saham MKNT telah disuspensi sejak 11 Juli 2024 lalu. Kala itu, BEI melakukan penghentian sementara atau suspensi perdagangan saham MKNT dikarenakan terdapat indikasi keraguan atas kelangsungan usaha perseroan.
"Berdasarkan penelaahan kami atas perkembangan terkini PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, terdapat indikasi keraguan atas kelangsungan usaha ( going concern ) perseroan," jelas pengumuman BEI. Harga terakhir saham MKNT saat disuspensi berada di Rp1 dan masih bertahan suspensinya hingga hari ini.
Related News
Reli ARA Tiga Hari Beruntun, BEI Lanjut Gembok Saham Ini
Kontrak P&G Hampir Habis, Merck (MERK) Bidik Ekspansi ke Filipina
Perkuat Modal Kerja, TAF Rilis Obligasi Rp419,9 Miliar
Agresif Gulung Saham JECX, Grup Emtek Berselimut HSC
Transaksi Digital Meledak, Bale by BTN Tembus 5 Juta Pengguna
Racik Right Issue Jumbo, Saham GMFI Jauhi Rezim Rp1





