MTDL Proyeksi Tahun Ini Pendapatan Tembus Rp25 Triliun

Jajaran manajemen Metrodata Electronics (MTDL). Dok/EmitenNews
EmitenNews.com - Metrodata Electronics (MTDL), sepanjang 2024 optimistis pendapatan tembus Rp25 triliun. Itu seiring transformasi digital menuju era industri 4.0 banyak dilakukan perusahaan-perusahaan Indonesia. Apalagi, pemilu berakhir damai.
Perseroan melihat prospek pertumbuhan ekonomi, dan bisnis lebih baik tahun ini. Itu tercermin dari pergerakan bisnis unit distribusi segmen consumer mulai pulih, sementara bisnis unit distribusi segmen Commercial, dan bisnis unit solutions & consulting terus meningkat.
Kondisi itu, tersaji karena dorongan dari proses transformasi digital perusahaan-perusahaan Indonesia. "Kami optimistis tahun ini akan makin banyak perusahaan butuh jasa Metrodata Group dalam melakukan transformasi digital menuju Industri 4.0," tutur Susanto Djaja, Presiden Direktur Metrodata.
MTDL adalah emiten teknologi informasi dan komunikasi (TIK) digital khusus bidang solusi, konsultasi digital, dan distribusi digital. Metrodata, emiten TIK terbesar Indonesia dari sisi penjualan dengan pengalaman lebih dari 40 tahun. "Era industri 4.0, era integrasi dunia online, dan lini produksi industri," ujar Susanto.
Di era ini, semua proses produksi berjalan dengan internet sebagai penopang utama. Itu menyebabkan peningkatan permintaan perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan integrasi sistem untuk memastikan produk-produk dapat diterapkan bisnis, tawaran Metrodata sebagai solusi lengkap kebutuhan TIK.
Teknologi mendampingi penerapan menuju industri 4.0 juga meliputi Internet of Things (IoT), selain kecerdasan buatan (AI). Selain itu, ada juga penerapan cloud computing dengan cyber security multilayer mumpuni, didasari kolaborasi antara IT (Informasi Teknologi) dan OT (Operasional Teknologi) kelas dunia.
Kebutuhan transformasi digital pelaku bisnis juga masih sangat luas untuk area seperti Business Application (ERP), digital business platform (API), dan proyek pengembangan lain. Belum lama ini, Metrodata telah meneken kerja sama (MoU) dengan FPT Information System (FPT IS), perusahaan Vietnam.
Kerja sama untuk mengeksplorasi kemungkinan bersinergi dalam pembangunan solusi transformasi digital kelas dunia, yang didukung oleh solusi Cloud, Data, dan Artificial Intelligence, guna menangkap peluang digital Indonesia yang terus berkembang.
Pada kolaborasi itu, Metrodata dan FPT secara kolektif fokus mempromosikan aplikasi berbasis Artificial Intelligence guna meningkatkan produktivitas dan mempercepat kemajuan menuju pencapaian Visi Indonesia 2045. "Tindakan strategis ini mercusuar pembangunan ekonomi digital Indonesia," tambah Susanto.
Ekonomi digital Indonesia menawarkan banyak peluang dan prospek dengan proyeksi USD1,5 triliun, menyumbang 14 persen PDB. Terutama, infrastruktur Cloud dan peluang mengenai AI diharap berlipat ganda setiap lima tahun.
Daya saing digital Indonesia telah meningkat drastis selama bertahun-tahun, terutama selama pandemi Covid-19, memberikan kesempatan bagi perusahaan teknologi seperti FPT IS dan Metrodata untuk berkontribusi dalam mempercepat pemulihan ekonomi.
"Oleh sebab itu MTDL optimis akan bisa mencapai pertumbuhan pendapatan mencapai sekitar Rp25 triliun di tahun ini dari tingginya kebutuhan akan transformasi digital di Indonesia," ungkap Susanto. (*)
Related News

Laba Melambung 138 Persen, GSMF 2024 Defisit Rp972 Miliar

Laba Merosot, Grup Lippo (MLPL) 2024 Catat Penjualan Rp11,4 Triliun

Susut 24 Persen, Rugi PZZA 2024 Sisa Rp72,83 Miliar

Drop 177 Persen, GTBO 2024 Berbalik Boncos USD3,21 Juta

Pengendali IDPR Belum Berhenti Borong Saham, Ada Apa?

Emiten TP Rachmat (ASSA) Cetak Laba Melonjak di 2024