EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah di sesi II, Rabu (30/9/2026). IHSG turun 0,17% ke level 6.111 pada 14.30 WIB setelah sempat mencoba rebound di awal perdagangan.

Secara teknikal, mengutip analisis BRI Danareksa Sekuritas, IHSG masih berada dalam fase konsolidasi di rentang 6.000–6.200 setelah breakdown pola Head & Shoulders.

Posisi harga saat ini masih jauh di bawah MA20 di 6.436, sehingga pergerakan naik yang terjadi belum mengindikasikan pembalikan tren.

Lebih lanjut disebutkan, "Support: 6.019–6.000, kemudian 5.854. Resistance: 6.185 dan 6.240 (gap area). Selama belum mampu reclaim 6.185–6.240, rebound masih cenderung technical rebound dalam tren bearish."

Selama belum mampu reclaim area tersebut, rebound masih cenderung technical rebound dalam tren bearish. Indikator MACD juga masih bearish, dengan MACD -77 di bawah signal -51 dan histogram -27.

Tekanan utama yang membatasi rebound datang dari investor asing. Berdasarkan data IPOT X hingga paruh pertama perdagangan di BEI, nilai pembelian asing mencapai Rp2 triliun, sedangkan penjualan sebesar Rp2,7 triliun, sehingga mencatatkan net sell Rp677,4 miliar.

Tekanan jual asing terutama terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar. BBCA menjadi sasaran jual terbesar dengan net sell Rp144,3 miliar, disusul TLKM Rp63,7 miliar, BMRI Rp44,4 miliar, CUAN Rp37 miliar, dan PACK Rp34,3 miliar.

Di sisi lain, asing masih melakukan akumulasi selektif pada saham komoditas dan infrastruktur. Lima saham yang paling banyak dibeli asing hingga sesi I adalah ANTM Rp47,7 miliar, UNTR Rp28,5 miliar, TEBE Rp16,6 miliar, GOTO Rp16,3 miliar, dan BBRI Rp16,3 miliar.