NINE Dilego Investor Cayman Islands Berhari-hari, Panen Cuan?
Manajemen NINE ketika usai menggelar paparan kinerja.
EmitenNews.com - PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) menyampaikan bahwa Advance Opportunities Fund salah satu pemegang saham telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 14 Mei 2025.
Nuzwan Gufron Direktur Utama NINE dalam keterangan tertulisnya Senin (19/5) mengungkapkan bahwa Advance Opportunities telah menjual saham NINE sebanyak 4.609.600 lembar saham diharga Rp113 per saham senilai Rp520,8 juta .
Sebelumnya, Advance Opportunities juga pernah menjual saham NINE sebanyak 9.999.100 lembar saham diharga Rp116 per saham senilai Rp1,15 miliar pada tanggal 7 Mei hingga 9 Mei 2025.
Sebelumnya lagi, Advance Opportunities juga menjual saham NINE sebanyak 28.000.000 lembar saham diharga Rp121 per saham senilai Rp3,38 miliar pada tanggal 6 Mei 2025.
"Tujuan dari transaksi ini adalah untuk Penjualan dilakukan untuk pengelolaan aktif portfolio dengan kepemilikan saham langsung," tulis Gufron.
Pada perdagangan hari ini Senin (19/5) saham NINE naik Rp9 atau menguat 10 % menjadi Rp 101 per lembar saham.
Pasca transaksi ini maka kepemilikan saham Advance Opportunities Fund salah satu pemegang saham asal Cayman Islands pada saham NINE berkurang menjadi 241,9 juta lembar saham atau setara dengan 11,22%.
Sebagai informasi Advance Opportunities Fund (AOF) merupakan badan hukum yang didirikan berdasarkan hukum negara Cayman Islands.
NINE diakuisisi Poh Group sebanyak 70 persen saham harga Rp19 per saham senilai Rp28 miliar. Sebanyak 70 persen saham itu berasal dari saham Noprian 12 persen, Heddy Kandou 51,95 persen, dan pemegang saham minoritas lainnya.
Related News
Emiten Nikel Grup Harita (NCKL) Ungkap Aksi Baru!
TOSK Serok Aset Rp67,2M Milik Dirut, Setara 41,8 Persen Ekuitas
Efisiensi & Lepas Lawson, Laba MIDI Terbang 62,43 Persen Jadi Rp772,5M
Ini 5 Masjid Ikonik Garapan WSKT, Siap Tampung 200.000 Jemaah Salat Id
BREN Catat Laba Bersih Meningkat 6,5 Persen di Sepanjang 2025
Akhiri 2025, Laba Grup Djarum (TOWR) Tembus Rp3,67 Triliun





