EmitenNews.com - Techno9 Indonesia (NINE) bakal menggeber right issue 2,44 miliar eksemplar. Saham baru tersebut dikeluarkan dengan balutan nominal Rp10. Jumlah saham, rasio, dan harga pelaksanaan akan ditentukan kemudian.

Hajatan itu, akan dilakukan setelah mendapat restu dari investor dalam rapat umum pemegang saham luar biasa pada 18 November 2026 mendatang. Selain itu, tentu saja setelah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas penyataan pendaftaran perseroan sehungan dengan right issue.

Berdasar pasal 8 ayat 3 POJK 32/2015, right issue digeber tidak lebih dari 12 bulan setelah mendapat izin pemodal, dan penyataan efektif dari OJK. Pelaksanaan right issue akan dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi pasar, kebutuhan pendanaan, dan ketentuan peraturan perundang-undangan berlaku.

NINE berencana menggunakan seluruh dana hasil right issue setelah dikurangi biaya-biaya emisi, untuk modal kerja guna mendukung kegiatan operasional, dan pengembangan kegiatan usaha, termasuk pembayaran utang.

Rincian dan alokasi final penggunaan dana akan diungkapkan dalam prospektus. Apabila penggunaan dana hasil right issue memenuhi kriteria transaksi material, transaksi afiliasi, dan/atau transaksi mengandung benturan kepentingan, NINE akan memenuhi ketentuan peraturan OJK.

Pelaksanaan right issue diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan, dan meningkatkan likuiditas NINE. Sesuai dengan rencana penggunaan dana, dana diperoleh dari right issue akan digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja guna menunjang kegiatan operasional, dan pengembangan usaha.

Di mana, nanti pada akhirnya diharapkan memberikan manfaat bagi perseroan, dan pemegang saham dalam jangka panjang. Pemegang saham tidak melaksanakan hak akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham (dilusi). Besaran dilusi akan bergantung pada jumlah saham baru yang diterbitkan dalam right issue. (*)