OJK Sebut Ketahanan Perbankan Terjaga Ditengah Konflik Geopolitik
:
0
Gambar logo OJK di Gedung OJK
EmitenNews.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa meskipun terjadi penguatan dolar AS dan tekanan geopolitik global, ketahanan perbankan nasional tetap terjaga dengan baik.
Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, risiko yang dihadapi oleh industri perbankan nasional akibat penguatan dolar AS masih dapat dikelola dengan efektif. Hasil uji ketahanan yang dilakukan oleh OJK menunjukkan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah saat ini tidak memiliki dampak signifikan terhadap modal bank, karena posisi devisa neto perbankan Indonesia masih di bawah threshold yang ditetapkan.
Dian juga menekankan bahwa perbankan memiliki bantalan modal yang cukup besar, dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) yang tinggi, sehingga mampu menahan fluktuasi nilai tukar rupiah dan suku bunga yang masih cukup tinggi.
Saat ini, porsi Dana Pihak Ketiga (DPK) dalam bentuk valuta asing mencapai sekitar 15 persen dari total DPK perbankan. DPK valas masih mengalami pertumbuhan yang positif, baik secara tahunan maupun dibandingkan dengan awal tahun 2024.
Dian juga menyoroti bahwa pelemahan nilai tukar rupiah dapat memberikan dampak positif terhadap ekspor komoditas, yang diharapkan dapat mengimbangi penarikan dana non-residen dan mendorong penggunaan komponen dalam negeri dalam proses produksi.
OJK secara rutin melakukan uji ketahanan terhadap perbankan dengan mempertimbangkan beberapa variabel skenario makroekonomi, serta memperhitungkan risiko kredit dan risiko pasar sebagai faktor utama yang dipertimbangkan.
Related News
OpenPayd Kejar Valuasi USD1,1 Miliar, Incar Listing Nasdaq
PLN Gandeng Konsorsium Korea Bangun Stasiun Tukar Baterai EV di Bali
Didik: Penghentian Data Center Jabar Rusak Investasi
CPO, Migas, Hingga AI Sumbang Potensi Rp2,03 T di CAEXPO
Briket Kayu RI Laris di Spanyol, Peluang Bagi Industri Olahan Kayu
Pemerintah Incar Rp10 Triliun Dari Lelang Sukuk Selasa (6/10)





