Operasional Kuat, Laba INCO Meroket 180,55 Persen
:
0
Tampak kendaaraan Alat berat melintasi area pertambangan perseroan. Foto - Dok Bloomberg Technoz
EmitenNews.com - Vale Indonesia (INCO) per 30 September 2026 mentabulasi laba periode berjalan USD147 juta. Melompat 180,55 persen dari periode sama tahun lalu sebesar USD52,45 juta. Oleh sebab itu, laba per saham dasar dan dilusian menjadi USD0,0140 dari sebelumnya USD0,0050.
Itu mencerminkan kinerja operasional lebih kuat, dan fundamental bisnis makin solid. INCO membukukan EBITDA USD101 juta, didukung kinerja operasional kuat, peningkatan volume produksi, dan aktivitas penjualan bijih lebih tinggi. Itu mencerminkan kemampuan dalam menjaga ketahanan kinerja, dan menjalankan operasional secara disiplin, sehingga EBITDA tetap relatif sejalan dengan triwulan sebelumnya meski volatilitas pasar masih berlangsung.
Hingga akhir September 2026, EBITDA tahun berjalan mencapai USD297 juta, meningkat signifikan dibanding periode sama tahun lalu USD166 juta. INCO membukukan pendapatan USD353 juta kuartal III 2026, meningkat dari triwulan sebelumnya USD290 juta. Lonjakan itu, terutama didukung volume pengiriman nikel matte lebih tinggi, kontribusi terus bertumbuh dari penjualan bijih nikel di operasi Bahodopi dan Pomalaa.
Secara year-to-date, pendapatan INCO mencapai USD896 juta, meningkat 27 persen dibanding periode sama tahun lalu. Capaian itu, mencerminkan manfaat dari pengembangan portofolio produksi, dan penjualan Vale makin beragam, sekaligus menunjukkan kemajuan dalam mengoptimalkan berbagai sumber pertumbuhan bisnis.
INCO merealisasikan belanja modal sekitar USD95 juta dengan fokus mendukung keberlangsungan operasi sekaligus mempercepat pengembangan proyek-proyek strategis sebagai bagian dari agenda pertumbuhan jangka panjang. Per 30 September 2026, kas dan setara kas tercatat USD247 juta, meningkat signifikan dari akhir Juni 2026 senilai USD111 juta, mencerminkan posisi keuangan solid, dan kesiapan dalam mendukung pelaksanaan berbagai inisiatif pertumbuhan ke depan.
Untuk mendukung kebutuhan belanja modal pemeliharaan, dan inisiatif pertumbuhan jangka panjang, PT Vale melakukan penarikan dana USD175 juta dari fasilitas pinjaman tersedia selama kuartal III 2026. Langkah itu, mencerminkan kemajuan dalam menjalankan strategi pendanaan, sekaligus menjaga fleksibilitas keuangan untuk mendukung operasional berkelanjutan, dan pengembangan proyek-proyek strategis.
Memasuki tahun 2027, PT Vale berada dalam posisi makin kuat untuk memanfaatkan platform produksi lebih kokoh, dan terdiversifikasi. Berbekal pemulihan operasional berhasil dicapai sepanjang tahun 2026, Vale fokus untuk terus mengoptimalkan produksi nikel dalam matte, meningkatkan kontribusi penjualan bijih dari area-area pertumbuhan, dan mendorong proyek-proyek hilirisasi strategis menuju tonggak pengembangan berikutnya.
Vale tetap berkomitmen menjalankan strategi pertumbuhan jangka panjang secara disiplin, dengan tetap menjaga neraca keuangan kuat, dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. (*)
Related News
Laba Emiten Aguan Melejit 39 Persen, ini Pendorongnya
Tembus Rekor! Pendapatan PRDA Sentuh Rp1,71 Triliun
Chandra Asri (TPIA) Lunasi Obligasi Rp266,95 Miliar
Pendapatan Hampir Rp3T, Laba Bersih WIFI Sentuh Rp478,22M di Q3-2026
Transformasi, Pendapatan GIAA Melejit 13,2 Persen Kuartal III 2026
Pendapatan Rp14,14T, Laba Bersih CBUT Melonjak 424% hingga Q3-2026





