Pasar Mobil Baru Mulai Pulih, ASLC Bidik Ledakan Pasokan Mobil Bekas
:
0
Pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS)
EmitenNews.com - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) melihat peluang pertumbuhan bisnis mobil bekas seiring mulai pulihnya penjualan mobil baru di Indonesia. Bertambahnya mobil baru di jalan dinilai berpotensi memperbesar pasokan kendaraan yang nantinya masuk ke pasar mobil bekas.
Presiden Direktur ASLC Jany Candra mengatakan konsumen yang membeli mobil baru umumnya akan menjual kendaraan lamanya. Di sisi lain, mobil baru yang beredar saat ini pada akhirnya juga akan menjadi bagian dari pasar mobil bekas.
Karena itu, Perseroan akan semakin fokus memperkuat integrasi ekosistem bisnis mobil bekas yang mencakup lelang melalui JBA Indonesia, penjualan ritel lewat Caroline.id, serta bisnis pegadaian melalui MotoGadai.
“Pertumbuhan jumlah mobil baru yang kuat menunjukkan potensi peningkatan pasokan mobil bekas di masa mendatang,” ujar Jany, dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).
Peluang tersebut mulai tercermin pada kinerja ASLC. Pada semester I-2026, pendapatan Perseroan meningkat 31,9% secara tahunan menjadi Rp590 miliar dengan laba Rp8,9 miliar.
Caroline.id menjadi kontributor utama dengan penjualan Rp493 miliar, melonjak 57,4% dibandingkan Rp313 miliar pada semester I-2025.
Di bisnis lelang, JBA Indonesia juga memperluas jangkauan dengan membuka cabang baru di Manado pada kuartal II-2026. Ekspansi tersebut diarahkan untuk mengantisipasi pertumbuhan penjualan mobil bekas yang diperkirakan lebih tinggi dibandingkan penjualan mobil baru sekaligus memperkuat penetrasi ASLC di Indonesia Timur.
Sementara pada segmen ritel, ASLC terus memperkuat Caroline.id melalui pemasaran digital dan kolaborasi dengan brand ambassador.
Dari sisi industri, data Gaikindo menunjukkan penjualan mobil ritel Januari-Agustus 2026 mencapai 594.984 unit, tumbuh 13,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 522.160 unit.
Pada Agustus 2026 saja, penjualan ritel mencapai 83.422 unit, naik 7,7% secara bulanan dan 25,6% secara tahunan. Adapun wholesales mencapai 81.756 unit pada bulan tersebut, sehingga total distribusi Januari-Agustus mencapai 599.491 unit atau tumbuh 20,1% secara tahunan.
Related News
TLKM Siapkan Opsi Exit Investor Tolak Spin-Off Fiber, Ini Penawarannya
ENRG Kembali Tawarkan Obligasi Rp500 Miliar, Ini Penggunaan Dananya
Victoria Investama Lepas 2,78% Saham BIPP usai RUPSLB Tak Capai Kuorum
Modernland (MDLN) Restrukturisasi Notes USD289 Juta Jatuh Tempo 2028
Asuransi Bintang (ASBI) Rombak Direksi, Angkat Presiden Direktur Baru
HP Capital Resources Borong 189 Juta Saham LUCY Rp59,5 Miliar





