EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) perlu menembus 6.100 atau bertahan untuk kembali melanjutkan penguatan. Sebab pada perdagangan kemarin (7/10), IHSG justru merosot 0,75 persen ke level 6.146,72.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan pelemahan IHSG yang disertai volume perdagangan besar mengindikasikan meningkatnya tekanan jual.

Menurut dia, IHSG masih berada di bawah area resistance 6.200–6.240, sementara support berada di kisaran 6.100–6.120.

“Selama support tersebut mampu dipertahankan, konsolidasi masih berpotensi menjadi fase base building. Namun, pelemahan di bawah 6.100 akan meningkatkan risiko koreksi lanjutan,” ujar Reza.

Untuk perdagangan hari ini (8/10), Reza memproyeksikan area support di 6.120 dengan resistance  di 6.240. Beberapa saham yang dapat dicermati di antaranya INDY, KAEF, INDF, dan UANG.

Di sisi lain, Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana justur mengingatkan adanya potensi koreksi lanjutan terdekat di level 6.118-6.141.

Ia berpandangan, saat ini sedang berada pada bagian dari wave c dari wave (y) pada label hitam dengan area penguatan diperkirakan akan menguji area gap di 6.227-6.231.

Pada perdagangan hari ini, Herditya memproyeksikan support di rentang 6.091 dan 5.973 dengan resistance di 6.297 dan 6.376.

Beberapa saham yang ia cermati di antarnaya BIPI, DEWA, HRTA, dan TLKM.