Pefindo Angkat Bicara Soal Obligasi PALM yang Masih Beredar
:
0
Manajemen PALM dalam suatu agenda korporasi.
EmitenNews.com - PT Provident Investasi Bersama Tbk. (PALM) emiten dengan sponsor konglomerasi Garibaldi 'Boy' Thohir, Winarto Kartono, hingga Hardy Wijaya Liong dari entitas MDKA.
Pefindo dalam rilisnya menegaskan bahwa peringkat obligasi PALM yang masih beredar idA dengan outlook stabil.
Peringkat tersebut mencakup Obligasi Berkelanjutan I dan II yang masih beredar. PALM dinilai memiliki portofolio investasi berkualitas, kebijakan finansial konservatif, serta indikator likuiditas kuat.
PALM disebut memiliki prospek stabil berkat dukungan kas internal, fasilitas kredit bank, dan dividen anak usaha. Salah satunya adalah dividen PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) senilai Rp2,7 triliun yang akan menopang likuiditas perusahaan. Namun demikian, konsentrasi investasi dan rendahnya porsi pendapatan berulang masih menjadi faktor pembatas.
PALM menghadapi jatuh tempo Obligasi Berkelanjutan II Tahap III Seri A senilai Rp512,29 miliar pada 25 September 2025. Untuk pelunasan, PALM menyiapkan kombinasi kas internal Rp88,1 miliar, fasilitas kredit revolving Rp1,4 triliun, serta distribusi dividen dari MDKA.
PALM juga diingatkan oleh PEFINDO bahwa peringkat dapat turun jika proteksi arus kas melemah, struktur permodalan tidak konsisten, atau kualitas portofolio investasi menurun. Sebaliknya, peringkat dapat naik jika PALM mampu meningkatkan diversifikasi investasi dan memperbesar kontribusi pendapatan berulang.
Adapun, PALM listing perdana di BEI sejak 2012, dan bertransformasi menjadi perusahaan investasi pada Agustus 2022. Per 30 Juni 2025, mayoritas saham PALM dimiliki PT Provident Capital Indonesia 58,02%, Garibaldi Thohir 19,90%, Winato Kartono 7,79%, Hardi Wijaya Liong 5,32%, Tri Boewono 0,42%, dan publik 8,55%.
Related News
Komisaris Multitrend Indo (BABY) Borong 2,17 Juta Saham, Ini Sosoknya
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen
Jadi Top Losers, Saham Grup Prajogo dan Emiten Big Caps Kompak Ambruk





