Pefindo Tarik Peringkat OTO Usai Merger dengan SOF
:
0
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) resmi menarik peringkat PT Oto Multiartha (OTO) beserta Obligasi I/2023 yang masih beredar pada Jumat (2/10).(Foto: Dok)
EmitenNews.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) resmi menarik peringkat PT Oto Multiartha (OTO) beserta Obligasi I/2023 yang masih beredar pada Jumat (2/10). Penarikan peringkat ini dilakukan menyusul penggabungan usaha (merger) OTO ke dalam PT Summit Oto Finance (SOF) yang berlaku efektif sejak Kamis (1/10).
Dalam aksi korporasi tersebut, SOF bertindak sebagai entitas yang menerima penggabungan usaha. Sementara itu, OTO tidak lagi berdiri sebagai badan hukum tersendiri, sehingga seluruh aset serta liabilitasnya resmi dialihkan sepenuhnya kepada SOF.
"PEFINDO menarik peringkat PT Oto Multiartha (OTO) dan Obligasi I/2023 yang masih beredar menyusul penggabungan usaha Perusahaan dengan PT Summit Oto Finance (SOF), berlaku efektif sejak tanggal 1 Oktober 2026," tulis laporan analis Pefindo, Reynaldi dan Kreshna Armand, dalam rilis resminya pada Jumat (2/10).
Sebelum penarikan dilakukan, Pefindo terakhir kali menetapkan peringkat OTO di level idAAA dengan prospek stabil pada 8 Juli 2026. Obligasi I/2023 yang diterbitkan oleh OTO juga tercatat memegang peringkat idAAA, yang mencerminkan tingkat kemampuan tertinggi untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang.
Penggabungan dua entitas pembiayaan kendaraan motor dan mobil ini memperkuat konsolidasi di industri jasa keuangan domestik. Penyatuan aset dan liabilitas ke dalam entitas SOF diharapkan menciptakan efisiensi operasional serta memperkuat struktur permodalan perusahaan pembiayaan di Indonesia.
Pelaku pasar dan pemegang obligasi di dalam negeri kini mengalihkan perhatian pada kinerja serta struktur keuangan SOF sebagai entitas penampung pasca-merger efektif bergulir.(*)
Related News
Emiten Ini Pinjam ke Pemegang Saham untuk Lunasi Utang ke Bank
KIJA Akuisisi Kawasan Industri di Jawa Tengah
Target OJK, 2027 Ada Lima Bank Syariah Beraset Jumbo di Indonesia
Fokus Bisnis Konstruksi, ADHI Streamlining Dua Anak Usaha
Tambah Porsi, Tunggal Jaya Kini Kuasai 38,49 Persen Saham IMPC
Akhirnya, Asuransi Tugu (TUGU) Alihkan Portofolio UUS ke Danantara





