EmitenNews.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memulai pembangunan Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon-Semarang (CISEM) Tahap I untuk ruas Semarang-Batang. Pembangunan ditandai dengan peresmian First Welding (pengelasan pertama) pekerjaan konstruksi tersebut, Sabtu (6/8).


Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Noor Arifin Muhammad, mengatakan tersedianya pipa transmisi gas bumi pada ruas ini diproyeksikan akan memberikan multiplier effect berupa pertumbuhan sektor rumah tangga, komersil, dan transportasi.


"Ketersediaan pipa transmisi ruas Cirebon-Semarang diharapkan juga dapat menumbuhkan perekonomian sektor lainnya yaitu sektor rumah tangga, komersil dan transportasi melalui jaringan distribusi gas bumi," ungkapnya pada peresmian Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Rancang dan Bangun Pipa CISEM di Semarang.


Noor juga mengatakan, proyek pembangunan pipa transmisi CISEM ini diawali pada pembangunan Tahap I yaitu untuk ruas Semarang-Batang dan dilaksanakan melalui kontrak tahun jamak (multiyears contract) menggunakan dana APBN Tahun Anggaran 2022 dan Tahun Anggaran 2023.


Pada kesempatan tersebut, Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Integrasi, Koordinasi dan Interface Migas Nanang Untung mengungkapkan, Pemerintah telah memiliki perencanaan secara strategis untuk mengintegrasikan hulu, mid-stream dan hilir dalam rangka meningkatkan konsumsi gas domestik termasuk mengembangkan pasar gas bumi baru, salah satunya dengan pembangunan pipa Cirebon-Semarang.


Pasokan gas bumi akan dapat ditransmisikan secara fleksibel melalui Pipa Cirebon Semarang sehingga dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gas dari Jawa Timur ke Jawa Barat atau sebaliknya.


"Pipa ini diharapkan akan memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk mengembangkan pasar gas baru di daerah Jawa Tengah dan memanfaatkan gas bumi untuk kegiatan pendukung perekonomian yang lebih masif dan agresif," jelas Nanang.


Dalam kesempatan yang sama, Sesditjen Migas selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Setyorini Tri Hutami menegaskan kembali komitmen Pemerintah untuk melaksanakan proyek pipa CISEM secara tertib sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk menghindari KKN.


"Kementerian ESDM berkomitmen untuk melaksanakan ini sesuai peraturan perundangan yang berlaku dan mencermati supaya tidak terjadi kurang bayar yang akan merugikan badan usaha, ataupun kelebihan bayar yang dapat merugikan negara. Kalau tidak akurat, akan menghambat pelaksanaan tahun berikutnya. Sementara kita tahu, anggaran negara sangat terbatas," ujar Setyorini.


Pemerintah Kota Semarang menyambut gembira pembangunan pipa CISEM ini dan berharap dapat bermanfaat bagi masyarakatnya. "Kota Semarang merasa sangat beruntung karena dilewati oleh jaringan pipa gas regional dari Gresik ke Cirebon. Sehingga Semarang lebih mudah untuk mendapatkan alokasi gas. Kami harapkan pembangunan pipa Semarang-Cirebon ini bermanfaat bagi kami," ujar Walikota Semarang dalam sambutan tertulisnya yang diwakili Kepala Bappeda Budi Prakosa.