EmitenNews.com - Harga minyak mentah dunia kembali melanjutkan penurunan pada sesi keenam berturut-turut pada Rabu (23/9). Koreksi ini didorong oleh kemajuan dalam pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran, serta upaya pemulihan jalur pipa minyak utama di Arab Saudi.

Berdasarkan data Trading Economics, harga minyak mentah Brent merosot hingga di bawah USD99 per barel. Pada saat yang sama, harga minyak mentah West Texas Intermediate juga melemah hingga jatuh di bawah USD90 per barel.

Presiden AS Donald Trump menyatakan para pejabat telah menggelar pertemuan yang sangat produktif dengan utusan Iran. Trump menambahkan bahwa ia sedang mempertimbangkan untuk mengejar kesepakatan hasil negosiasi atau menghancurkan Republik Islam tersebut, serta dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin Teluk Persia akhir pekan ini.

Sementara itu, seorang pejabat senior pemerintah Iran mengungkapkan proposal Teheran sudah disampaikan kepada pihak AS. Pejabat tersebut menegaskan jika Washington mengambil langkah untuk mencabut blokade yang membatasi ekspor, Iran siap membuka kembali Selat Hormuz dalam kurun waktu tujuh hari.

Dari kawasan Teluk, Arab Saudi terus berupaya memulihkan ekspor minyak melalui jalur pipa Timur-Barat dalam beberapa hari mendatang. Langkah pemulihan ini memungkinkan pihak Riyadh untuk kembali memanfaatkan rute alternatif di luar jalur Selat Hormuz.

Penurunan harga minyak mentah global ini menjadi sinyal positif bagi perekonomian Indonesia. Sebagai negara pengimpor net minyak mentah, melandainya harga minyak dunia berpotensi menekan beban subsidi energi APBN serta meredam tekanan inflasi domestik.(*)