Pendapatan All Time High! Sarana Mitra Luas (SMIL) Raup Laba Rp80M

Jajaran Direksi PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL). DOK/EmitenNews.com
EmitenNews.com -Kinerja emiten anyar yang sahamnya konsisten mengalami pertumbuhan, PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) sepanjang tahun 2024 menunjukkan performa positif. SMIL membukukan pendapatan per 31 Desember 2024, dengan perolehan tertinggi atau all time high senilai Rp365,92 miliar atau tumbuh 2,50 persen dibandingkan periode 2023 senilai Rp356,99 miliar.
Klient-klient utama perseroan dalam penyewaan forklift di tahun 2024 adalah PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dengan nilai Rp83,34 miliar, PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills Rp21,34 miliar, PT Kaldu Sari Nabati Indonesia Rp20,67 miliar, PT Oki Pulp & Paper Mills Rp20,07 miliar, PT LG Electronics Indonesia Rp10,08 miliar dan PT Indofood CBP Sukses PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) senilai Rp5,75 miliar.
Bahkan dalam catatan keuangan SMIL, beberapa penyewa baru hadir di tahun 2024, seperti PT The Univenus dengan nilai kontrak Rp7,37 miliar, PT Amerta Indah Otsuka senilai Rp6,36 miliar dan PT Heinz ABC Indonesia Rp5,26 miliar. Adapun Para perusahaan di atas yang merupakan korporasi besar dengan nilai kontrak di atas Rp5 miliar. Sedangkan untuk nilai kontrak yang di bawah Rp5 miliar secara keseluruhan pada tahun 2024 senilai Rp127,98 miliar.
Pendapatan lainnya diperoleh SMIL adalah hasil penjualan forklift dengan nilai Rp5,07 miliar pada tahun 2024, sedangkan untuk tahun sebelumnya pos ini tidak ada penjualan.
Melihat kondisi industri saat ini, Hadi Suhermin Direktur Utama SMIL, mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, SMIL menargetkan kenaikan omzet antara 20% - 25% dibandingkan tahun 2024 yang melampaui target perseroan yang hanya Rp360 miliar. Dengan proyeksi tersebut, pendapatan SMIL pada 2025 diperkirakan berada di kisaran Rp400 miliar-Rp410 miliar.
Hal ini tentunya di dorong oleh berbagai kontrak baru yang perseroan raih dan mulai efektif di tahun ini. "Untuk meraih target pendapatan itu, SMIL akan mengoptimalkan sejumlah strategi ekspansi yang matang, seperti ekspansi pasar, baik dari sisi wilayah operasional maupun penambahan pelanggan, penambahan armada forklift, lebih agresif pada forklift listrik," ujar Hadi Suhermin.
Laba bruto perseroan terkontrol di level Rp138,38 miliar, sementara untuk laba usaha Rp98,80 miliar dan laba sebelum pajak penghasilan di angka Rp90,84 miliar.
Adapun laba tahun berjalan emiten yang bergerak di sektor penyewaan dan penjualan alat berat forklift ini sebesar Rp80,61 miliar dan sehingga laba per saham dasar SMIL per 31 Desember 2024 Rp9,21 per saham.
Likuiditas perseroan yang terjaga aman dan tumbuh positif dapat dilihat dari kas dan bank akhir tahun SMIL naik jadi Rp249,20 miliar jika dibandingkan periode 2023 yang hanya Rp59,11 miliar. Dari Sisi neraca, SMIL membukukan total aset Rp1,11 triliun naik dari periode tahun sebelumnya Rp847,64 miliar. Hal ini karena ekuitas perseroan yang tumbuh jadi Rp721,87 miliar dari Rp657,60 miliar dan liabilitas di angka Rp396,71 miliar atau naik dari Rp190,04 miliar.
Related News

Melesat 62,5 Persen, BCAP 2024 Catat Laba Rp126 Miliar

Waspada Penipuan Lebaran! BRI Bagikan Tips Cegah Kejahatan Siber

Chandra Asri (TPIA) & Glencore Rampungkan Akuisisi Shell di Singapura

Lebaran Praktis! Transaksi QRIS Makin Nyaman dengan BRImo

Tumbuh Minimalis, GJTL 2024 Raup Laba Rp1,18 Triliun

Surplus 22 Persen, TRIS 2024 Kemas Laba Bersih Rp82,90 Miliar