Pendapatan SOTS Naik Rugi Bersih Susut, Status Saham Masih HSC
:
0
Sotis Hotel dimiliki dan dikelola melalui kerja sama antara perusahaan pemilik aset yaitu PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS). Foto: Sotis Hotel
EmitenNews.com - PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) mencatat perbaikan kinerja 61,26% di semester I 2026. Meski kembali membukukan rugi berjalan yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp3,20 miliar, jumlah itu membaik dibandingkan rugi periode sama tahun lalu sebesar Rp8,26 miliar.
Hal itu disokong oleh total pendapatan yang meningkat 8,18% dari Rp9,29 miliar di tahun 2025 menjadi Rp10,05 miliar. Pendapatan hotel menopang mayoritas perolehan pendapatan sebesar Rp9,99 miliar, dan pendapatan spa sebesar Rp67,49 juta.
Di saat yang sama, beban pokok pun ikut naik 26,33%, di mana pada semester I 2026 beban pokok pendapatan menjadi Rp4,27 miliar dari Rp3,38 miliar. Alhasil, laba kotor turun 2,20% menjadi Rp5,78 miliar dari Rp5,91 miliar di tahun sebelumnya.
Melihat arus kas dari aktivitas operasi, SOTS mencatat perbaikan dengan membukukan kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp99,42 juta, membaik dari defisit Rp3,62 miliar di tahun sebelumnya.
Dari sisi investasi, SOTS mendapatkan dana segar dari penjualan aset tetap sebesar Rp37,50 miliar. Alhasil, kas bersih dari aktivitas investasi mengalami lonjakan dari defisit Rp40,46 juta di tahun lalu menjadi Rp37,05 miliar di semester I 2026.
Sedangkan di sisi aktivitas pendanaan, SOTS membukukan kas bersih defisit Rp37,91 miliar pada semester I 2026. Hal ini dikarenakan terdapat penurunan utang lain-lain-pihak berelasi mencapai Rp30,44 miliar.
Adapun posisi kas dan setara kas akhir periode tercatat sebesar Rp4,50 miliar.
Sementara menilik neraca, SOTS membukukan penurunan total aset dari Rp415,20 miliar per akhir 2025 menjadi Rp376,40 miliar di semester I 2026. Liabilitas turun 16,62% menjadi Rp196,70 miliar dari Rp235,92 miliar, dan ekuitas meningkat 0,23% menjadi Rp179,69 miliar dari Rp179,27 miliar.
Saham Masih Berstatus HSC
Beriringan dengan kinerja itu, saham SOTS masih dikenakan status High Shareholding Concentration (HSC) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengenaan status HSC telah dilakukan sejak diumumkan pada 2 April 2026.
Related News
BUMI Ungkap Perkembangan Terbaru Akusisi Perusahaan Tambang Australia
RANS Gelar RUPS Perdana usai Tercatat di Bursa, Ada Hal Penting Apa?
Adu Lapkeu 14 Emiten Properti Semester I-2026, Siapa Paling Moncer?
MBSS Resmi Punya Pengendali Baru, Semester I Laba Naik Tipis
Sahamnya Naik Kencang 200 Persen, BEI Cecar Emiten Grup Bakrie (MDIA)
Pendapatan Tembus Rp1T Laba TCPI Melesat 23%, Saham Masih Merah





