Pengelola Bioskop XXI (CNMA) Gelar Penawaran Umum di Harga Batas Bawah, Minat?

EmitenNews.com - PT Nusantara Sejahtera Raya (CNMA) menetapkan harga perdana dalam INitial Public Offering (IPO) sebesar Rp270 per lembar. Harga perdana tersebut dipatok batas bawah dari kisaran Rp270-288 per lembar ketika pelaksanaan book building atau penawaran awal pada tanggal 10 hingga 14 Juli 2023.
Dalam prospektus e-ipo yang diterbitkan Kamis (27/7), Pengelola Bioskop XXI tersebut menggelar penawaran umum ke masyarakat mulai hari ini 27 Juli hingga 31 Juli 2023.
CMNA menawarkan ke publik sebanyak 8,335 miliar saham setara 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nominal Rp8 setiap saham. Sehingga dana yang diraup dari IPO ini Rp2,25 triliun atau diturunkan dari target awal senilai Rp2,4 triliun.
Bersamaan dengan IPO, Cinema XXI (CNMA) juga mengadakan program employee stock alocation (ESA) sebanyak 11.112.000 saham atau 0,13% dari jumlah saham yang ditawarkan dalam IPO.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana efek JP Morgan Sekuritas, Mandiri Sekuritas, UBS Sekuritas, dan Indo Premier Sekuritas.
Di samping Penawaran Umum Perdana Saham, pemegang saham Perseroan berencana untuk melepaskan sebagian sahamnya, yaitu PT Harkatjaya Bumipersada (“HJB”) dengan jumlah sebanyak-banyaknya 6.667.200.000 saham biasa atas nama atau 8,0% dari modal ditempatkan dan disetor.
Selain itu pemegang saham PT Adi Pratama Nusantara (“APN”) melepas sebanyak 1.666.800.000 atau sebesar-besarnya 2,0% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Rencana pelepasan saham ini akan dilakukan oleh Pemegang Saham Penjual melalui penawaran terbatas (private placement) kepada beberapa investor sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku melalui Pasar Sekunder pada Tanggal Pencatatan. Penjualan saham oleh Pemegang Saham Penjual tidak akan mengubah pengendalian di Perseroan.
Sekitar 65 persen dari dana hasil IPO untuk belanja modal pengembangan jejaring bioskop di Indonesia, yang akan dilakukan melalui pembangunan bioskop baru, pembelian peralatan proyeksi gambar dan suara dengan teknologi terbaru dan peralatan lainnya untuk meningkatkan kualitas bioskop yang ada saat ini dan kenyamanan penonton.
Related News

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG

Laba Tumbuh Moderat, 2024 Pendapatan BELL Sentuh Rp585 Miliar

Pendapatan Drop, DILD 2024 Tabulasi Laba Rp174,76 MiliarĀ

Melambung 295 Persen, WIFI 2024 Gulung Laba Rp231 Miliar

Laba dan Pendapatan Tumbuh, Ini Kinerja GOLF 2024

Surplus 32,64 Persen, SSIA 2024 Raup Laba Rp234,22 Miliar