Pengendali hingga UBO Emiten Disorot, BEI Minta Perbaikan Menyeluruh
:
0
Potret Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna saat ditemui awak wartawan. Foto: EmitenNews.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menekankan pentingnya penguatan kualitas Ultimate Beneficial Owner (UBO) dan Pemegang Saham Pengendali (PSP) emiten guna memperkuat integritas serta tata kelola perusahaan tercatat.
Imbas maraknya kasus manipulasi Perseorangan hingga Insider trading yang melibatkan orang-orang internal perusahaan, BEI mendorong agar pengendali memilih pengurus emiten yang memiliki kompetensi, memahami bisnis, rekam jejak, serta mampu menjamin keberlanjutan perusahaan.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan bahwa perhatian utama regulator kali ini yakni, memastikan kualitas pengendali dan organ perusahaan.
“Karena orangnya ini yang kita akan pastikan memiliki kemampuan. Tolong di encourage kepada pengendali, ya, untuk memilih termasuk pemegang saham publik. Kan nanti BOD (dewan direksi), BOC (dewan komisaris) ditetapkan (melalui suara mereka),” ujar Nyoman.
Kata Nyoman, kompetensi ditentukan oleh bagaimana pengendali mampu melalui pemilihan individu yang memahami bisnis dan memiliki kapasitas memadai.
“Kan, tentunya strength of competence ditetapkan oleh groups. Jadi memilih orang-orang capable, mengerti dengan bisnisnya, dan mengerti jaminan. Sehingga menghindari permasalahan yang terjadi saat ini,” katanya menanggapi berbagai pelanggaran pasar modal.
Ia juga menyoroti pentingnya integritas seluruh organ perusahaan, termasuk direksi, dewan komisaris, hingga komite audit, sebagai satu kesatuan sistem tata kelola.
“Permasalahan integritas, termasuk weighing constant. Jangan lupa ya, weighing constant itu adalah bagaimana meyakinkan BOD memiliki kemampuannya. Begitupun perangkatnya organ. Jadi kita tidak hanya ingatkan BOD bisnis, BOC, tapi audit committee-nya pun,” ujar Nyoman.
BEI menegaskan penguatan pasar modal tidak hanya bergantung pada ketentuan free float atau peningkatan likuiditas pasar, tetapi juga ditopang oleh kualitas pelaporan keuangan.
“Jadi bukan hanya free float, market deepening, tapi dari 3 hal yakni laporan keuangan,” kata dia.
Related News
Bos BEI Ungkap Ada 2 Sekuritas Lagi yang Berminat Adopsi Short Selling
Hari Pertama Short Selling, Baru 1 dari 5 Saham Aktif Ditransaksikan
32 Emiten Lanjut Suspensi, Ini Kata BEI
BEI Bantah Pembukaan Batas Saham Gocap Jadi Sentimen Negatif IHSG
Jaga Stabilitas Rupiah, BI Perkuat Pengawasan Lalu Lintas Devisa
Ada BBCA hingga ASII, BEI Umumkan 5 Saham Short Selling Bulan Oktober





