Penjualan Drop, Rohartindo (TOOL) Rugi Rp1,1M di Kuartal I
Gambar salah satu kegiatan usaha TOOL
EmitenNews.com - PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk (TOOL) melaporkan penurunan kinerja keuangan untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2024. Penjualan perusahaan mencapai Rp26,10 miliar, turun dari Rp28,41 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dalam laporan keuangan yang dirilis pada Rabu (22/5), perusahaan mencatat penurunan beban pokok penjualan menjadi Rp15,21 miliar dari sebelumnya Rp16,78 miliar. Meskipun demikian, laba bruto juga mengalami penurunan menjadi Rp10,89 miliar dibandingkan dengan Rp11,62 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Perusahaan mengalami kerugian usaha sebesar Rp861,30 juta, berbanding terbalik dengan laba usaha sebesar Rp5,52 miliar yang dicapai pada tahun sebelumnya. Selain itu, kerugian sebelum pajak tercatat sebesar Rp1,14 miliar, setelah tahun sebelumnya meraih laba sebelum pajak sebesar Rp4,94 miliar.
Kerugian bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,16 miliar, berbeda jauh dari laba bersih sebesar Rp3,56 miliar yang tercatat pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi neraca, jumlah liabilitas perusahaan mencapai Rp24,64 miliar hingga akhir Maret 2024, sedikit turun dari Rp24,78 miliar pada akhir Desember 2023. Sementara itu, jumlah aset turun menjadi Rp215,66 miliar dari Rp216,95 miliar pada periode yang sama.
Perusahaan menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas keuangan dan operasionalnya di tengah kondisi pasar yang dinamis. Manajemen TOOL diharapkan akan terus mengupayakan strategi untuk memperbaiki kinerja keuangan pada kuartal-kuartal mendatang.
Related News
Perkuat Segmen B2B, Wahana Interfood Targetkan Kinerja Naik 50 Persen
Kantongi Laba Rp643M di 2025, Ini Strategi Blue Bird (BIRD) 2026
Bangkit dari Rugi, Laba Phapros (PEHA) Melenting 109 Persen di 2025
Investor Waspada! Saham KRYA Anjlok 65%, Data Pengendali Simpang Siur
Industri Melambat,SMGR Ungkap Strategi Hadapi Tantangan Sepanjang 2025
Laba Emiten Jasa Konstruksi NRCA Melonjak 115 Persen Sepanjang 2025





