EmitenNews.com - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 175,34 persen menjadi Rp1,19 triliun pada semester pertama 2026. Pertumbuhan kinerja keuangan pengembang kawasan industri Kota Deltamas ini ditopang oleh meroketnya pendapatan usaha yang naik hampir tiga kali lipat.

Pencapaian positif pengembang kawasan industri di timur Jakarta ini mencerminkan tingginya aktivitas investasi di Indonesia, khususnya pada sektor infrastruktur digital. Kinerja DMAS menjadi indikator penting bagi dinamika pasar modal dan industri properti komersial nasional.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Puradelta Lestari Tbk Tondy Suwanto mengonfirmasi bahwa segmen industri menjadi kontributor utama pertumbuhan tersebut.

"Dibandingkan dengan pendapatan usaha di semester pertama tahun 2025 sebesar Rp613,36 miliar, pendapatan usaha tahun ini naik hampir tiga kali lipat," ujar Tondy Suwanto.

Tondy menambahkan, tingginya permintaan dari sektor pusat data (data center) masih menjadi pendorong utama penjualan lahan industri Perseroan yang diakui sebagai pendapatan pada paruh pertama 2026. Sektor tersebut tetap menjadi pelanggan terbesar di kawasan industri Kota Deltamas.

Secara rincian, pendapatan usaha DMAS melesat hingga Rp1,80 triliun dari periode sebelumnya Rp613,36 miliar. Segmen industri menyumbang porsi terbesar mencapai Rp1,75 triliun, disusul segmen hunian Rp19,32 miliar, komersial Rp18,16 miliar, sewa Rp9,47 miliar, serta hotel Rp8,07 miliar.

Lonjakan pendapatan ini turut mengerek laba kotor Perseroan sebesar 197,22 persen menjadi Rp1,28 triliun dari posisi Rp429,65 miliar pada semester I 2025, dengan margin laba kotor sebesar 70,81 persen. Sementara itu, margin laba bersih Perseroan tercatat berada di level 66,11 persen.

Dari sisi neraca keuangan per 30 Juni 2026, total aset DMAS tumbuh 23,43 persen menjadi Rp8,79 triliun. Kenaikan aset ini terutama didorong oleh lonjakan kas dan setara kas yang melonjak 453,06 persen menjadi Rp2,09 triliun.

Perseroan mencatat liabilitas sebesar Rp1,78 triliun dan ekuitas naik 6,02 persen menjadi Rp7,01 triliun. Tanpa memiliki beban utang, DMAS memanfaatkan posisi kas bersih yang kuat untuk melanjutkan pengembangan kawasan terpadu Kota Deltamas di timur Jakarta.(*)