EmitenNews.com - Sebagai digital attacker BRI Group, Bank Raya kembali mendapat apresiasi atas inovasi berbagai produk perbankan digital. Itu karena mampu menghadirkan solusi pembiayaan digital inklusif. Bank Raya mendapat apresiasi sebagai Best Bank 2026 dari Investor Trust, dalam kategori The Social Financing Excellence Award.

Apresiasi itu, merupakan wujud komitmen Bank Raya dalam memperluas akses keuangan bagi masyarakat, khususnya segmen belum terlayani secara optimal oleh layanan perbankan. Salah satu champion product Bank Raya yaitu Pinang Dana Talangan, dinilai mampu mendukung pemberdayaan pelaku usaha, dan memperkuat inklusi keuangan Indonesia.

Pinang Dana Talangan merupakan pinjaman untuk mendukung transaksi keuangan Agen Laku Pandai termasuk Agen BRILink dan Agen Gadai, memungkinkan pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan secara cepat, mudah, dan aman dengan proses pencairan dana dalam waktu kurang dari 10 menit.

Hingga Triwulan 1/2026, Bank Raya telah menyalurkan Pinang Dana Talangan Rp7,25 triliun, tumbuh 33,4 persen (yoy) atau mencatat outstanding Rp1,15 triliun, tumbuh 63 persen (yoy), yang telah disalurkan kepada sekitar 52 ribu Agen BRILink dan Agen Gadai. Bank Raya fokus pada inovasi produk yang mampu memberi dampak bagi masyarakat.

”Pinang Dana Talangan banyak dimanfaatkan Agen BRILink di seluruh Indonesia, sehingga memudahkan proses transaksi keuangan masyarakat terutama daerah-daerah yang butuh akses keuangan. Dengan Pinang Dana Talangan, Agen BRILink dapat melayani nasabah lebih cepat, dan usahanya berkembang lebih pesat,” tegas Ajeng Putri Hapsari selaku Corporate Secretary Bank Raya.

Pinang Dana Talangan memiliki pilihan tenor pinjaman yang pendek dengan plafon hingga Rp200 juta, dan  tenor pinjaman 3, 7, 14 dan 30 hari. Adapun pengajuan Pinang Dana Talangan dapat dilakukan langsung via aplikasi BRILink Mobile, dan hanya membutuhkan waktu 15 menit hingga dana cair.

Bank Raya terus mendorong peningkatan penyaluran Pinang Dana Talangan, dan meningkatkan kualitas credit scoring guna semakin memperkuat kualitas kredit agar dapat dimanfaatkan makin banyak nasabah dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan sesuai dengan risk appetite.

“Ke depan, kami akan terus mengembangkan berbagai solusi perbankan digital yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan  inklusi keuangan melalui solusi digital yang relevan dengan kebutuhan nasabah dan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha.” tutup Ajeng. (*)