Perluasan HSC Makan Korban, 5 Emiten Masuk, dan 1 Bebas
:
0
Suasana pelataran patung Banteng Wuluang Bursa Efek Indonesia. Foto - Dok Aji/emitennews
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak main-main menindak saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC). Bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), BEI memperluas cakupan kajian HSC lewat price impact ratio (PIR) hingga menyasar emiten dengan kapitalisasi pasar Rp5 triliun.
Hasilnya, lima emiten baru masuk kerangkeng, dan melepas satu emiten penghuni lawas HSC. Lima emiten pasien baru HSC tersebut yaitu Bank Mestika Dharma (BBMD) 99,25 persen, Sillo Maritime Perdana (SHIP) 98,30 persen, Dayamitra Telekomunikasi alias Mitratel (MTEL) 95,58 persen, Akasha (ADES) 95,10 persen, dan Sarana Meditama (SAME) 94,99 persen.
Lalu, satu emiten bebas HSC yaitu NexAI (MGLV). Lima emiten itu masuk HSC berdasar metodologi penentuan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atas struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat, dan tanpa warkat per 1 Oktober 2026. Sedang MGLV bebas HSC berdasar kajian, dan metodologi pada 30 September 2026.
Menyusul keputusan itu, emiten dengan struktur kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi berjumlah 67. ”Kendati begitu, pengumuman tersebut tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan, dan ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal,” tegas Yulianto Ayi Sadono, Direktur Bursa Efek Indonesia.
Perluasan HSC
Ya, BEI memperluas cakupan HSC. Langkah itu, merupakan perluasan penindakan lanjutan saham-saham yang teridentifikasi hanya dikuasai oleh segelintir investor. Sebelumnya, metodologi HSC berbasis price impact ratio hanya menyasar saham dengan kapitalisasi pasar minimal Rp10 triliun.
“Perluasan cakupan tersebut memungkinkan pemantauan terhadap konsentrasi kepemilikan dilakukan pada populasi saham yang lebih luas,” dikutip dari keterangan resmi BEI, Minggu (11/10/2026).
Perluasan itu menjadi bagian dari upaya otoritas bursa untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas transparansi pasar sembari memperkuat perlindungan investor. Sejauh ini, BEI telah mengantongi 67 saham HSC dengan konsentrasi kepemilikan di atas 90 persen. Puncaknya, Maha Properti Indonesia (MPRO) mencatat konsentrasi tertinggi 99,99 persen. (*)
Related News
LTLS Manfaatkan Kas dan Kredit Bank untuk Lunasi Obligasi
MTEL Wakili BUMN Masuk Klub HSC, Siapa Menyusul?
Dua Raksasa Kertas Sinar Mas Lunasi Utang Triliunan
Lima Emiten Baru Berstatus HSC, Lengkap 67 Jumlahnya
Bebas HSC, Emiten Boy Thohir Kebut Data Center Cikarang, dan Batang
Emiten Emas Peter Sondakh ARCI Ungkap Penemuan Signifikan Eksplorasi





