EmitenNews.com - Kontrak berjangka saham Amerika Serikat bergerak menguat tipis pada perdagangan hari Senin. Pergerakan pasar saham tersebut terjadi di tengah perhatian para investor global yang tertuju pada rangkaian diskusi antara para pemimpin Amerika Serikat dan Tiongkok di New York.

Diskusi bilateral kedua negara tersebut dijadwalkan berpuncak pada pertemuan puncak (summit) antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Pembicaraan kedua pemimpin diperkirakan akan membahas sejumlah isu krusial, mulai dari sektor perdagangan, perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), hingga gangguan keamanan di kawasan Timur Tengah.

Presiden Donald Trump juga menyatakan keterbukaannya untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) minggu ini. Dalam kesempatan tersebut, Trump turut dijadwalkan menggelar diskusi bersama para pemimpin negara Teluk Persia lainnya.

Dinamika politik internasional ini membayangi pergerakan bursa saham AS yang sempat bervariasi pada pekan lalu. Berdasarkan data dari Trading Economics, Indeks Dow Jones tercatat melemah 1,69% dan S&P 500 terkoreksi tipis 0,08%, sedangkan indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi berhasil menguat 0,72%.

Pergerakan pasar saham AS juga dipengaruhi oleh keputusan Federal Reserve (The Fed) yang menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Bank sentral AS tersebut sekaligus memberikan sinyal pengetatan moneter lanjutan untuk menahan laju inflasi.

Di saat yang sama, para pelaku pasar masih dihadapkan pada tingginya harga minyak dunia dan imbal hasil obligasi Treasury yang memicu kekhawatiran atas tekanan inflasi global.

Sinyal pengetatan moneter The Fed serta dinamika hubungan AS-Tiongkok juga bakal menjadi perhatian bagi pasar keuangan Indonesia. Ketidakpastian arah suku bunga global dan tingginya imbal hasil obligasi AS berpotensi memicu volatilitas aliran modal keluar (capital outflow) dari pasar berkembang, yang pada gilirannya dapat memberikan tekanan bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta nilai tukar Rupiah.(*)