EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat adanya penambahan antrean calon emiten dalam pipeline pencatatan saham awal Oktober 2026.

 Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, mengatakan sampai dengan 9 Oktober 2026 total perusahaan melangsungkan Initial Public Offer (IPO) stagnan di 7 perusahaan dengan dana Rp2,16 triliun, namun pipeline perusahaan yang berminat untuk IPO kini bertambah menjadi 9 perusahaan.

"Hingga saat ini, terdapat 9 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," kata Saidu dikutip Minggu (11/10/2026).

Sepekan lalu, data yang diterangkan Corporate Secretary BEI, Elsierra Putri Yosita pada Minggu (5/10/2026), sampai dengan 2 Oktober 2026 telah tercatat  saat itu, terdapat 7 perusahaan dalam pipeline rencana pencatatan saham di BEI.

Artinya, tercatat adanya penambahan 2 calon perusahaan baru yang memproses IPO dalam rentang 2-9 Oktober.

Berdasarkan klasifikasi aset merujuk POJK Nomor 53/POJK.04/2017, dari 9 pipeline tersebut terdiri dari 2 perusahaan aset skala kecil di bawah Rp50 miliar, 4 perusahaan aset skala menengah Rp50 miliar sampai Rp250 miliar, dan 3 perusahaan aset skala besar di atas Rp250 miliar.

Dari sisi sektor, komposisi terbaru menjadi Healthcare tetap mendominasi 44,4% (4 perusahaan), Energy 22,2% (2 perusahaan), dan masing-masing 11,1% dari Basic Materials (1), Financials (1), dan Industrials (1).

Dengan demikian, 2 calon tambahan yang masuk pekan lalu berasal dari sektor Basic Materials dan Financials. ***