PGAS Gandeng ITDC Kembangkan Jaringan Gas di Sektor Pariwisata
:
0
gambar emiten PGAS
EmitenNews.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) telah menjalin kerja sama strategis dengan PT ITDC Nusantara Utilitas (INU), anak perusahaan dari InJourney Tourism Development Corporation, untuk mengembangkan jaringan gas (jargas) di sektor pariwisata. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan gas bumi PGAS di berbagai kawasan wisata.
Ratih Esti Prihatini, Direktur Komersial PGAS, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah awal untuk mencapai target pembangunan jaringan gas di Indonesia.
"Mudah-mudahan kerja sama ini dapat diteruskan ke level yang lebih nyata," ujar Prihatini dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (13/9).
Kerja sama ini mencakup berbagai penjajakan potensi dalam perencanaan, pembangunan, pengelolaan, dan penyediaan gas bumi di kawasan pariwisata yang dikelola oleh INU. Fokus utama akan diberikan pada penyediaan jaringan gas di area perhotelan, restoran, dan fasilitas lainnya di kawasan wisata.
Beberapa kawasan pariwisata yang dikelola oleh INU dan menjadi target pengembangan jaringan gas ini termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Golo Mori di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hingga semester pertama 2024, PGAS telah melayani 3.154 pelanggan industri dan komersial, 2.017 pelanggan kecil, dan 816.063 pelanggan rumah tangga. Dengan dibukanya potensi baru di sektor pariwisata, PGAS berharap dapat meningkatkan jumlah pelanggan gas bumi dan memperluas penetrasi wilayah di berbagai kawasan ekonomi khusus, termasuk yang dikelola oleh INU.
Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi pertumbuhan bisnis PGAS dan memperkuat kehadiran perusahaan dalam menyediakan energi bersih dan efisien di sektor pariwisata Indonesia.
Related News
Investasi Pribadi Presdir Rudy di Saham ASII, Belanjakan Rp20,2 Miliar
Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis Infrastruktur CDIA
Lepas Saham MPRO Senilai Rp474M, Taipan Ini Masih Kuasai 10,46 Persen
Dalam 13 Bulan Terus Lepas Saham, Bobby Gafur Tetap Pengendali OASA
UNTR Bagi Dividen Interim Rp430 per Helai, Pantau Jadwal Cum Dividen
DADA Beri Santunan Dividen, Total Rp2 Miliar, Per Helai Berapa?





