EmitenNews.com - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) terus melanjutkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 megawatt (MW) dengan memulai pengeboran sumur kedua, LMB-19.4.

Pengeboran tersebut menjadi kelanjutan setelah sumur eksplorasi pertama, LMB-19.3, ditajak pada Juli 2026. Kedua sumur menggunakan rig GDAP#123 dengan kedalaman sumur pertama mencapai 2.500 meter.

Project Manager Lumut Balai Unit 3 & 4 Heri Susanto mengatakan pengeboran sumur LMB-19.4 ditargetkan rampung dalam waktu 40 hari. Proses ini menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 berjalan sesuai rencana.

“Dimulainya pengeboran sumur kedua LMB-19.4 menjadi kelanjutan dari berhasilnya sumur LMB-19.3 yang telah selesai sebelumnya,” ujar Heri dalam keterbukaan informasi, Jumat (25/9/2026).

Untuk diketahui, PLTP Lumut Balai Unit 3 berlokasi di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lumut Balai, Sumatera Selatan, dan ditargetkan mulai beroperasi penuh atau Commissioning Operation Date (COD) pada 2030.

Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan proyek tersebut menjadi bagian dari upaya Perseroan memperkuat kontribusi panas bumi di Sumatera sekaligus menjawab kebutuhan listrik yang terus meningkat, khususnya di Sumatera Selatan.

PGE menargetkan proyek Lumut Balai Unit 3 turut mendukung pencapaian kapasitas terpasang panas bumi Perseroan sebesar 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2034.

Lumut Balai Unit 3 juga tercatat sebagai proyek strategis dalam Blue Book & Green Book 2025-2029 Kementerian PPN/Bappenas. Proyek ini nantinya melengkapi PLTP Lumut Balai Unit 1 dan Unit 2 yang masing-masing memiliki kapasitas 55 MW dan telah beroperasi sejak akhir 2019 dan Juni 2025.

General Manager PGE Area Lumut Balai Catur Hendro Utomo menambahkan, dimulainya pengeboran LMB-19.4 menandai tahap penting dalam pengembangan Unit 3. PGE optimistis target pengeboran selama 40 hari dapat tercapai dengan dukungan seluruh tim dan mitra kerja.

Di sisi lain, PGE telah mengidentifikasi potensi panas bumi hingga 3 GW dari 10 WKP yang dikelola secara mandiri. Potensi tersebut menjadi fondasi bagi pengembangan kapasitas panas bumi Perseroan dalam jangka panjang.