EmitenNews.com - Mitra Komunikasi Nusantara (MKNT) bertransformasi menjadi Remitra Global International. Perubahan nama itu, telah disetujui para investor dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Senin, 14 September 2026.

Selain itu, perseroan telah menuntaskan private placement maksimal Rp1,02 triliun. Itu dengan menerbitkan 1,02 triliun saham pada harga pelaksanaan Rp1 per lembar. Penerbitan saham seri B setara 99,46 persen dari jumlah saham ditempatkan, dan disetor tersebut dibalut nominal Rp1 per helai.

Private placement itu, dilakukan dengan rincian sebagai berikut. Melalui konversi utang kepada Headwell Bintang Energi Hijau (HBEH), dan Mantra Capital Persadan (MCP) Rp822,92 miliar. Tepatnya, konversi utang HBEH Rp668 miliar, dan MCP sejumlah Rp154,92 miliar. Melalui injeksi tunai MCP Rp1,56 miliar. Dan, injeksi tunai investor independen sebesar Rp200 miliar.

Investor independen terdiri dari lima pihak. Yaitu Suripto, John Veter Firdaus, dan Antony Lesmana masing-masing Rp50 miliar. Lalu, Daniel Tejakusuma, dan Rossa Linna masing-masing Rp25 miliar. Setoran tunai dari MCP digunakan untuk pelunasan pembelian saham Raja Udang Malingping (RUM). Kemudian, dana dari injeksi tunai investor independen untuk modal usaha RUM, dan Citra Baru Steel (CBS).

Rinciannya sebagai berikut. Yaitu, sebesar Rp9,99 miliar untuk kebutuhan modal kerja dalam mendukung kegiatan operasional. Sebesar Rp160 miliar akan disalurkan kepada Citra Baru Steel (CBS) untuk kebutuhan modal usaha, dan pendanaan rencana investasi dalam pengembangan kegiatan usaha CBS. Sejumlah Rp30 miliar akan disalurkan kepada Radja Udang Malingping (RUM) untuk kebutuhan modal usaha, dan pendanaan rencana investasi dalam pengembangan kegiatan usaha RUM.

Lalu, dana Rp1,56 miliar dari penyetoran tunai MCP akan digunakan perseroan untuk pelunasan sisa harga pembelian saham RUM kepada Mazon Bumi Mining sesuai dengan akta jual beli saham RUM pada 29 Mei 2026. Menyusul penuntasan private placement itu, jumlah modal saham ditempatkan dan disetor menjadi 1,03 triliun saham dari 5,5 miliar lembar. Jumlah modal disetor menjadi Rp1,13 triliun dari Rp110 miliar. (*)