Profit Taking, IHSG Kembali Tertekan
:
0
Petugas kebersihan menyisir teras depan area Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWAi
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street ditutup bervariasi mayoritas melemah. Itu setelah ada sinyal The Fed belum siap melakukan pemangkasan suku bunga acuan dalam waktu dekat. Otoritas moneter tertinggi Amerika Serikat (AS) tersebut masih mengevaluasi dampak penerapan kebijakan tarif lebih tinggi terhadap angka inflasi.
Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan tugas The Fed menjaga inflasi jangka panjang tetap stabil, dan mencegah lonjakan harga. Sebab kalau terjadi sekali saja, bisa menjadi masalah berkelanjutan. Kebijakan tarif lebih tinggi mulai terlihat pada harga beberapa barang tetapi dampaknya secara keseluruhan terhadap aktifitas ekonomi, dan inflasi masih perlu untuk dilihat.
Koreksi indeks bursa Wall Street seiring pelemahan harga mayoritas komoditas, dan aksi jual investor asing berlanjut diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Sementara itu, investor juga akan mencermati laporan keuangan emiten untuk periode kuartal kedua tahun ini. Oleh karena itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan pelemahan.
Sepanjang perdagangan hari ini, Kamis, 31 Juli 2025, indeks akan menyusuri kisaran support 7.470-7.390, dan resistance 7.630-7.710. Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia, merekomendasikan saham (EMTK), (PANI), (GOTO), (ASSA), (BUKA), dan (SIDO) sebagai jujukan koleksi. (*)
Related News
BTN Pacu Ekosistem Perumahan, Bangun Hunian hingga KPR 40 Tahun
IHSG Awal Pekan Tutup di Bawah 6.200, GOTO Kini Bukan Saham Gocap Lagi
Aturan Rp1 & Evaluasi FCA Berlaku, IHSG (28/9) Dibuka Jeblok Nyaris 1%
Gocap Tapi Jumbo! GOTO Jadi Raja Market Cap Rp57T di Harga Rp50
Saham yang Bisa Dicermati Hari Ini, Cek Apa Saja!
IHSG Tertekan, Koleksi Sejumlah Saham Berikut





