Profit Taking Mengintai, IHSG Menuju 7.250
Seorang pengunjung mengabadikan pergerakan saham melalui smartphone. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,72 persen menjadi 7.192. Sentimen positif dari kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS). Kesepakatan tersebut mencakup penurunan reciprocal tarif menjadi 19 persen dari sebelumnya 32 persen.
Selain itu, rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan BI Rate ke level 5,25 persen. Kedua sentimen tersebut menjadi faktor pendorong penguatan indeks kemarin. Secara teknikal, indikator MACD masih melanjutkan pelebaran positive slope.
Dengan begitu, kalau indeks mampu bertahan di atas level 7.150, indeks diperkirakan berpotensi menguji level resistance di kisaran 7.200-7.250. Sebaliknya, waspadai profit taking, kalau tertahan di bawah 7.200. Maklum, stochastic RSI telah memasuki overbought area.
Pasar global menanti rilis data unemployment rate Inggris edisi Juni 2025 diperkirakan stabil di kisaran level 4,6 persen. Euro Area akan merilis data inflasi Juni 2025 ditaksir naik menjadi 2 persen dari periode Mei 2025 di kisaran 1,9 persen.
Sedang AS akan rilis data retail sales Juni 2025 diramal naik 0,1 persen MoM dari Mei 2025 minus 0,9 persen MoM. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas merekomendasikan investor mengoleksi saham JPFA, BIRD, SMGR, SMBR, dan TOBA. (*)
Related News
Mengekor Wall Street, IHSG Berbalik Menguat
Potensial Rebound, IHSG Jelajahi 7.200
IHSG Tertekan, Serok Saham BBCA, TINS, HRUM, dan JPFA
IHSG Merosot 0,6 Persen di Akhir Maret, Sejumlah Sektor Turun Tajam
IHSG Sesi I Turun Tipis ke 7.054, IDXTRANS Malah Anjlok 3,86 Persen
KPR BTN Take Over Tawarkan Bunga 2,65 Persen Fixed 3 Tahun





