Prospek Stabil, Pefindo Tegaskan Peringkat Bank Mandiri (BMRI) di ‘idAAA’
:
0
EmitenNews.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menegaskan peringkat "idAAA" untuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan Obligasi Berkelanjutan Bank Mandiri I Tahun 2016. PEFINDO juga menegaskan peringkat .idAA. untuk MTN Subordinasi I/2018. Prospek untuk peringkat korporasi tersebut adalah "stabil".
Obligor berperingkat idAAA merupakan peringkat tertinggi yang diberikan oleh PEFINDO. Kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya, relatif terhadap obligor Indonesia lainnya, adalah superior. Efek utang dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan, dan kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut, dibandingkan dengan obligor lainnya di Indonesia, adalah sangat kuat.
Peringkat tersebut mencerminkan dukungan yang kuat dan terbukti terhadap BMRI dari pemegang saham pengendali (Pemerintah Indonesia), posisi bisnis yang sangat kuat, permodalan yang sangat kuat, dan profil likuiditas yang sangat baik. Namun, kekuatan tersebut terbatasi sebagian oleh ketatnya persaingan di tengah kondisi makroekonomi yang menantang.
Peringkat dapat diturunkan jika kami berpendapat adanya penurunan terhadap dukungan dari pemerintah, yang mana dapat terjadi dari memburuknya profil kredit BMRI secara individu (standalone).
BMRI merupakan bank komersial milik pemerintah yang menawarkan produk dan jasa perbankan yang lengkap termasuk korporasi, komersial, UKM dan mikro, konsumer, internasional, dan treasury. BMRI juga menyediakan layanan jasa keuangan melalui anak-anak perusahaannya termasuk: PT Bank Syariah Indonesia (peringkat idAAA/stabil), PT Bank Mandiri Taspen (peringkat idAA+/stabil), PT Mandiri Tunas Finance (peringkat idAA+/stabil), PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia (peringkat idAA/stabil), PT AXA Mandiri Financial Services, dan PT Mandiri Sekuritas. Per 31 Desember 2021, 52% saham BMRI dimiliki oleh Pemerintah Indonesia, 8% oleh Indonesia Investment Authority (INA), sedangkan 40% sisanya dimiliki oleh publik. Kegiatan operasional BMRI didukung oleh 2.428 kantor domestik dan internasional, 1.635 outlet mikro, 13.087 ATM, dan 37.840 karyawan.
Related News
PGEO Dorong Dekarbonisasi Nasional, Edisi 2025 Hemat Energi 90.502 MWh
Harga Premium, BEEF Buyback Rp100 Miliar via BCA Sekuritas
Cum Dividen Hari Ini, Ada BJTM, TOTL hingga RATU
JPFA Cairkan Dividen Besok, Laba Kuartal I Meroket 167,64 Persen
Prajogo Belum Tergusur, Harta Susut USD2,3 M, Idola Investor Ritel
Tinggalkan MSCI, Ini Cara Elegan AMMN Dongkrak Loyalitas Karyawan





