Proyek CA-EDC Capai Progres 80 Persen, TPIA Target Operasi di 2027
:
0
Personel PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) kala inspeksi perusahaan. Foto: TPIA.
EmitenNews.com - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) telah menyelesaikan transaksi investasi untuk proyek Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC). Transaksi itu diselesaikan bersama Danantara Investment Management (DIM), dan Indonesia Investment Authority (INA), Kamis (15/10).
Dalam proyek tersebut, TPIA menjadi penggerak utama proyek. Fasilitas CA-EDC dirancang untuk memproduksi sekitar 400 kilotonnes per annum (KTA) soda kaustik dan 500 KTA ethylene dichloride (EDC), dua bahan kimia esensial yang digunakan dalam berbagai proses manufaktur dan industri.
Direktur Utama TPIA, Erwin Ciputra menyampaikan penyelesaian kemitraan investasi strategis tersebut menandai langkah penting bagi proyek CAEDC sekaligus menegaskan komitmen kami terhadap pengembangan industri Indonesia.
Ia juga menargetkan proyek tersebut ulai beroperasi secara komersial pada 2027, proyek ini juga diharapkan dapat menciptakan sekitar 3.000 lapangan kerja selama tahap konstruksi dan 250 posisi kerja permanen pada tahap operasional, sekaligus mendukung penguatan kapabilitas industri lokal.
“Melalui sinergi antara kemampuan DIM dan INA dalam menyediakan investasi jangka panjang serta pengalaman Chandra Asri Group di sektor industri, proyek ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pasokan bahan kimia strategis bagi industri dalam negeri, mengurangi ketergantungan terhadap impor, serta mendukung agenda hilirisasi Indonesia,” kata Erwin dalam siaran pers.
Sementara itu, Chief Executive Officer DIM, Pandu Sjahrir menuturkan bahwa proyek tersebut sejalan dengan agenda hilirisasi Indonesia yang tengah dilakukan.
Ia juga mengatkan, rasional komersial proyek tersebut juga didukung oleh kebutuhan pasar yang telah terbentuk atas soda kaustik dan EDC, sehingga memberikan landasan yang kuat bagi keberlanjutan proyek dalam jangka panjang.
Per September 2026, progres konstruksi telah mencapai sekitar 80 persen dengan proses pemasangan peralatan utama yang sedang berlangsung serta pengembangan infrastruktur pendukung, termasuk dermaga, trestle, serta fasilitas penyimpanan.
“Inisiatif CA-EDC ini mencerminkan jenis investasi strategis yang dapat menghasilkan nilai jangka panjang bagi Indonesia serta memberikan dukungan terhadap industri dalam negeri, pembangunan kapabilitas lokal, penciptaan lapangan kerja berkualitas, serta peningkatan daya saing Indonesia. Kolaborasi ini juga mencerminkan peran Danantara sebagai katalis dalam mendorong partisipasi investor swasta pada proyek-proyek strategis nasional,” tuturnya.
Sedangkan Ketua Dewan Direktur INA, Oki Ramadhana menerangkan, kolaborasi antara INA, DIM, dan Chandra Asri Group dalam proyek CA-EDC menyatukan modal investasi dan keahlian industri.
Related News
Low Tuck Kwong Borong Lagi Saham BYAN
Prodia (PRDA) Rencanakan Stock Split 1:5, Harga Sekarang Segini
Pengendali BYAN Beli Saham Sendiri Rp1,12 Triliun pada 14 Oktober 2026
Sabar Menanti Dividen ASGR, Tunggu Restu RUPSLB November
ADMR Rilis Obligasi Rp2 Triliun Lewat Anak Usaha untuk Bangun CHPP 2
Ekuitas Masih Minus Rp4,6M, Saham DIGI Terancam Lanjut Suspensi





