EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang bergerak konsolidasi di tengah terbukanya ruang pemulihan secara teknikal. Pelaku pasar juga perlu mewaspadai peningkatan volatilitas seiring penutupan kuartal III 2026 atau 3Q26 pada Rabu (30/9).

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis T mengatakan, IHSG membentuk long lower shadow. Namun, indeks masih ditutup di area negatif sehingga belum memberikan konfirmasi terjadinya pembalikan arah atau reversal.

"Beberapa indikator lain juga belum menunjukkan terjadinya reversal. Sehingga diperkirakan IHSG akan cenderung berkonsolidasi pada kisaran 6.050-6.200," ujar Alrich dalam risetnya.

Alrich mencatat level resistance IHSG berada di 6.250, dengan pivot 6.200 dan support di 6.000. Menurutnya, volatilitas berpotensi meningkat karena perdagangan Rabu (30/9) sekaligus menjadi penutupan 3Q26.

Sementara itu, Senior Technical Analyst M. Nafan Aji Gusta menilai IHSG memiliki ruang untuk mengalami recovery dari permulaan wave (X). Hal ini tercermin dari pola hammer candle yang terbentuk pada pergerakan indeks.

"Secara teknikal, pergerakan IHSG sebenarnya memiliki ruang untuk recovery dari permulaan wave (X) mengingat pola hammer candle yang terbentuk," kata Nafan.

Meski demikian, Nafan mencatat indikator Stochastics K_D masih menunjukkan sinyal negatif. Di sisi lain, indikator Relative Strength Index (RSI) telah berada dalam kondisi extremely oversold, sementara volume perdagangan mengalami penguatan.

Nafan memperkirakan IHSG memiliki level support di 6.016 dan 5.851. Sementara resistance berada di 6.148 dan 6.330.