PSGO Ungkap Ini Pasca Kebakaran Pabrik Kelapa Sawit NUSA
:
0
Pengurus Palma Serasih kala memutuskan pembagian dividen tahun buku 2025 dalam RUPS tahunan belum lama ini. Foto: PSGO
EmitenNews.com - PT Palma Serasih Tbk (PSGO) masih menelusuri penyebab kebakaran pabrik kelapa sawit milik anak usahanya, PT Nusaraya Agro Sawit (NUSA).
Direktur PSGO, Astrida Niovita Bachtiar menerangkan perseroan melalui NUSA masih melakukan penelusuran dan pemeriksaaan lebih lanjut terkait penyebab kejadian kebakaran, termasuk aspek teknis dan operasional.
Karena itu, perseroan mengatakan belum dapat menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab kejadian maupun keterkaitannya dengan faktor operasional, teknis atau keselamatan kerja.
Meski demikian, berdasarkan hasil identifikasi awal, fasilitas pabrik kelapa sawit (PKS) NUSA yang terdampak kebakaran adalah pada fasilitas di area stasiun sterilizer.
“Perseroan melalui NUSA masih melakukan pemeriksaan dan melakukan inventarisir terhadap fasilitas serta aset yang terdampak untuk memperoleh gambaran lebih lanjut mengenai tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganannya,” terang Astrida dalam keterbukaan informasi, dikutip Sabtu (24/10).
Atas kejadian itu, fasilitas PKS dengan kapasitas olah mencapai 90 ton per jam itu belum dapat beroperasi untuk sementara waktu.
“Kapasitas olah PKS NUSA adalah 90 ton per jam dan sehubungan dengan adanya insiden yang berdampak kepada beberapa fasilitas PKS, sampai dengan tanggal surat ini diterbitkan, PKS NUSA untuk sementara belum dapat beroperasi,” katanya.
Meski demikian, kegiatan perkebunan kelapa sawit NUSA tetap beroperasi normal, sehingga tetap ada pemasukan dari produksi TBS.
Untuk diketahui, kegiatan operasional inti dari NUSA adalah perkebunan kelapa sawit yang memproduksi Tandan Buah Segar (TBS) serta pengolahan TBS untuk memproduksi Minyak Kelapa Sawit (MKS) atau Crude Palm Oil (CPO) dan Inti Kelapa Sawit (IKS) atau Palm Kernel (PK).
“Perseroan akan menempuh langkah-langkah penyesuaian antara lain dengan mengoptimalkan kapasitas olah PKS Entitas Anak Perseroan lainnya, sehingga target produksi dan target pendapatan Perseroan tahun 2026 tetap dapat tercapai,” pungkas Astrida. ***
Related News
BMRI Kemas Laba Rp45,5 Triiun, Tumbuh 20,7 Persen di Q3 2026
BIKE Usung Konsep TOD di Pasar Minggu, Tahap Konstruksi Mulai 2027
Lunasi Obligasi, Sumber Global Energy (SGER) Rogoh Kocek Rp273,64M
Tambah Porsi, Raja Sinetron Itu Kini Kuasai 68,84 Persen Saham RAAM
Perkuat Transformasi, BTN Perluas Akses Hunian, dan Layanan Digital
Tambah Porsi, Terang Anugrah Kini Kuasai 71,16 Persen Saham HRTA





