RATU Dapat Restu Akuisisi SMS, Pemilik 20 Persen PI Madura Strait PSC
:
0
Aset hulu migas PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU)
EmitenNews.com - Emiten energi PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) resmi mengantongi persetujuan pemegang saham untuk melanjutkan langkah ekspansi besar di sektor hulu migas.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Kamis (21/5/2026), seluruh agenda rapat telah disetujui pemegang saham, termasuk rencana akuisisi tidak langsung 20% Participating Interest (PI) di wilayah kerja Madura Strait PSC.
Akuisisi tersebut akan dilakukan melalui entitas anak RATU, yakni PT Raharja Energi Madura (PT REM), dengan mengambil alih 100% saham SMS Development Limited (SMSD).
Lewat transaksi ini, PT REM otomatis akan menggenggam kepemilikan tidak langsung atas 20% PI Madura Strait PSC yang saat ini dioperatori oleh Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).
Manajemen RATU menyebut akuisisi ini menjadi langkah strategis untuk memperbesar portofolio bisnis hulu minyak dan gas Perseroan.
“Persetujuan pemegang saham atas kedua agenda RUPSLB ini merupakan pencapaian yang sangat berarti. Akuisisi Participating Interest di Madura Strait PSC akan memperluas dan memperkuat portofolio hulu migas Perseroan secara signifikan,” ujar Direktur Utama RATU, Sumantri dalam keteranganya di Jakarta.
Tak hanya menyetujui aksi akuisisi, pemegang saham juga memberikan lampu hijau bagi RATU untuk menerbitkan corporate guarantee maupun cash deficit guarantee atas fasilitas kredit PT REM.
Fasilitas pembiayaan tersebut nantinya digunakan untuk mendukung pendanaan transaksi akuisisi.
Perseroan menegaskan seluruh struktur transaksi dan pembiayaan dirancang guna memastikan penyelesaian akuisisi berjalan lancar sesuai ketentuan regulator, termasuk aturan transaksi material berdasarkan POJK No.17/POJK.04/2020.
Related News
Bekingi Raffi-Nagita, Eks Pentolan BEI-KSEI Sulap VISI Tuai Laba?
Kantongi Laba, MTMH Tetapkan Bagi Dividen Tunai
GLVA Ketok Dividen, Pemegang Saham Dapat Segini
IHSG Labil Jelang Review MSCI 18 Juni, Skenarionya Begini
Menkes dan Direksi BTN Guide Runner Pelari Disabilitas BTN Jakim 2026
Dugaan Margin Call Menguat Usai RLCO Jeblok 72 Persen dari ATH





