Respons Merger Harga Miring, Ini Kata Bos Smartfren Telecom (FREN)
EmitenNews.com - Isu seputar merger Smartfren Telecom (FREN) dengan XL Axiata (EXCL) makin liar. Penggabungan dua kekuatan itu, disebut-sebut telah mencapai titik kulminasi. Bahkan, harga merger berada di bawah Rp50 per lembar.
Merespons perkembangan terkini tersebut, manajemen Smartfren mengaku terbuka untuk melakukan pembicaraan mengenai rencana konsolidasi dengan pelaku industri lain. Terutama untuk tujuan efisiensi operasional. Dengan begitu, dapat memberi nilai tambah bagi pemegang saham.
”Meski begitu, sampai saat ini, tidak ada informasi atau kejadian krusial yang diumumkan ke publik. Smartfren akan mematuhi peraturan yang berlaku,” tegas Merza Fachys, Presiden Direktur Smartfren Telecom.
Kabar merger itu, membuat kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) angkat suara. Kominfo memastikan Smartfren Telecom, dan XL Axiata belum mengajukan permohonan merger. ”Belum, belum ada permohonan merger sampai saat ini," tukar Wayan Toni Supriyanto, Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kominfo.
Wayan menyebut kalau kedua emiten itu, melakukan merger, akan mampu mengerek kecepatan internet nasional. Saat ini, pemerintah terus berusaha mendongkrak kecepatan Internet Indonesia, salah satunya melalui solusi-solusi konsolidasi. Sebelumnya, Smartfren dan XL tengah melakukan negosiasi untuk melakukan penggabungan dua unit bisnis dalam satu usaha. (*)
Related News
Laba BUMI Naik 20 Persen, Tapi Beban Produksi Masih Tekan Margin
Bio Majesty Jual 112 Juta Saham PRDA, Kepemilikan Turun Jadi 12 Persen
Yulie Sekuritas Borong Saham DYAN, Kepemilikan Naik Jadi 7 Persen
Topline Ngebut, Bottomline Tersendat, Laba 2025 ERAL Menciut 16 Persen
Laba PWON Naik Dua Digit di 2025, Pendapatan Bunga Tembus Rp603 Miliar
Penjualan MDLA Nyaris Flat di 2025, Laba Justru Naik 13,69 Persen





