EmitenNews.com - PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) bakal menggelar rights issue dengan menerbitkan sebanyak 6.154.263.660 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp250 per saham.

Dari rencana rights issue atau enambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) itu, BUVA menargetkan perolehan dana segar hingga Rp1,53 triliun.

Corporate Secretary BUVA, Rian Fachmi menerangkan bahwa setiap pemegang 4 saham lama yang tercatat pada Recording Date 15 Oktober 2026 berhak atas 1 HMETD.

Adapun periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 19 hingga 30 Oktober 2026. Perseroan juga mengingatkan akan adanya potensi dilusi.

“Pemegang Saham yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli Saham Baru yang ditawarkan dalam PMHMETD II ini sesuai dengan HMETD-nya, maka kepemilikan sahamnya dalam Perseroan akan mengalami penurunan persentase (dilusi) dalam jumlah maksimum sebesar 20,00%,” tutur Rian dalam keterbukaan informasi, Selasa (6/10).

PT Nusantara Utama Investama (NUI) selaku pemegang saham utama (61,07%) menyatakan komitmennya untuk mengeksekusi 3,47 miliar HMETD dan mengalihkan 284 juta HMETD sisanya kepada PT Tata Tirta Datun (TTD).

Sementara itu, jika masih terdapat sisa saham yang tidak terserap, sejumlah pihak telah siap menjadi pembeli siaga (standby buyer), yaitu Bapak Hapsoro, Ferry Sudjono, TTD, dan PT Henan Putihrai Sekuritas.

Rencana Penggunaan Dana

Dalam keterangan itu juga diterangkan tujuan penggunaan dana rights issue, yaitu di antaranya sebesar Rp426,33 miliar untuk penyertaan modal di PT Bukit Bali Permai. Sebesar Rp417,80 miliar untuk pembayaran utang, sebesar Rp150 miliar untuk renovasi menyeluruh Alila Ubud, sebanyak Rp150 miliar untuk penyertaan modal tambahan di PT Bukit Lagoi Villa, dan sebanyak Rp390,33 miliar untuk penyertaan modal tambahan di PT Bukit Permai Properti.