Risiko Gagal Bayar Rendah, Fitch Afirmasi Peringkat BJBR AA-(idn)
:
0
Fitch Ratings Indonesia mengafirmasi Peringkat Nasional Jangka Panjang PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) (IDX: BJBR) pada level AA-(idn). (Foto: Bank bjb)
EmitenNews.com - Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings Indonesia mengafirmasi Peringkat Nasional Jangka Panjang PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) (IDX: BJBR) pada level AA-(idn) dengan prospek (outlook) stabil pada Senin (5/10).
Peringkat tersebut mencerminkan risiko gagal bayar yang sangat rendah relatif terhadap penerbit obligasi lainnya di Indonesia. Penilaian ini didukung oleh profil kredit mandiri BJB yang berisiko rendah serta portofolio pinjaman berbasis penggajian (payroll) yang tangguh.
Sebagai bank pembangunan daerah terbesar dan bank sistemik domestik di Indonesia, BJB menguasai 1,6 persen pangsa aset sistem perbankan per akhir Juni 2026. BJB juga didukung peluang bantuan darurat dari pemerintah dalam menopang stabilitas kinerjanya.
Portofolio kredit berbasis penggajian mencakup sekitar tiga perempat dari total pinjaman konsolidasi grup BJB. Pinjaman ini berisiko lebih rendah karena pemotongan dilakukan langsung dari gaji pegawai sektor publik yang memiliki penghasilan stabil.
Kendati demikian, rasio kredit bermasalah (NPL) BJB mengalami peningkatan menjadi 3,3 persen pada akhir Juni 2026 dibandingkan rata-rata empat tahun sebesar 2,0 persen, dipicu sektor korporasi serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, Fitch memperkirakan penurunan kualitas aset lebih lanjut dapat terhalang karena sebagian akun bermasalah telah dicadangkan secara penuh.
Dari sisi permodalan, rasio modal utama (CET1) BJB berada di level 14,5 persen per Juni 2026. Tingkat likuiditas BJB juga terjaga dengan rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) yang membaik ke level 87 persen dan Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 207 persen, berada di atas ketentuan minimum regulator.
Penyegaran afirmatif peringkat ini memberikan kepastian bagi para pelaku pasar modal dan pemegang saham emiten berkode BJBR di Bursa Efek Indonesia. Stabilitas kinerja BJB sebagai BPD terbesar menjadi barometer penting bagi kesehatan industri perbankan daerah dan penyaluran kredit sektor riil di Indonesia.(*)
Related News
Nippon Paint Akuisisi Dulux untuk Pasar Indonesia
Tertekan, Rupiah Pagi ini Kembali Dekati Rp18.000/USD
Data Tenaga Kerja AS Melambat, Emas Dunia dan Antam Kompak Menguat
Spekulasi Bunga Fed Mereda, Harga Emas Naik di Atas USD4.150
Rupiah Tertekan Defisit Ganda, BI Dikritisi Jadi "Mesin Utang"
Bursa AS Menguat, Peluang Fed Tahan Bunga Capai 80 Persen





