EmitenNews.com - Acset Indonusa (ACST) kuartal I 2026 boncos Rp8 miliar. Bengkak 105,12 persen dari episode sama tahun lalu tekor Rp3,9 miliar. Alhasil, rugi per saham dasar dan dilusian emiten Grup Astra tersebut menjadi Rp1 dari sebelumnya Rp0.

Pendapatan bersih Rp466,1 miliar, drop 34,68 persen dari posisi sama tahun lalu Rp713,61 miliar. Beban pokok pendapatan Rp410,17 miliar, menciut dari episode sama tahun sebbelumnya Rp658,12 miliar. Laba kotor terkumpul Rp55,92 miliar, tumbuh minimalis dari sebelumnya Rp55,49 miliar. 

Beban penjualan Rp271 juta, susut dari Rp273 juta. Beban umum dan administrasi Rp24,55 miliar, menciut dari Rp36,87 miliar. Provvisi atas penurunan nilai aset keuangan Rp18,82 miliar, bengkak dari surplus Rp2,21 miliar. Beban pajak final Rp13,33 miliar, menukik dari Rp18,72 miliar. 

Biaya keuangan Rp27,72 miliar, bengkak dari Rp11,52 miliar. Penghasilan keuangan Rp1,73 miliar, susut dari Rp3,09 miliar. Penghasilan lain-lain Rp19,93 miliar, melonjak dari Rp8,4 miliar. Rugi sebelum pajak penghasilan Rp7,1 miliar, drop dari laba Rp1,8 miliar. Rugi tahun berjalan Rp7,1 miliar, anjlok dari Rp1,8 miliar. 

Jumlah defisiensi ekuitas Rp337,43 miliar, bengkak dari akhir tahun sebbelumnya Rp330,32 miliar. Defisit Rp4,75 triliun, bertambah dari akhir tahun lalu Rp4,74 triliun. Total ekuitas Rp3,33 triliun, bengkak dari akhir 2025 senilai Rp3,31 triliun. Jumlah aset Rp2,99 triliun, naik tipis dari Rp2,98 triliun. (*)