EmitenNews.com - Supra Boga (RANC) medio 2026 tekor Rp15,28 miliar. Menyusut 57,42 persen dari episode sama tahun sebelumnya minus Rp35,89 miliar. Dengan begitu, rugi per saham dasar ikut emiten Grup Djarum tersebut menciut menjadi Rp10 dari periode sama tahun lalu Rp23.

Pendapatan Rp1,6 triliun, melonjak 10,34 persen dari posisi sama tahun lalu Rp1,45 triliun. Beban pokok pendapatan Rp1,2 triliun, bertambah dari periode sama tahun sebelumnya Rp1,09 triliun. Laba kotor terkumpul Rp398,94 miliar, mengalami lompatan dari fase sama tahun lalu Rp355,21 miliar.

Beban penjualan Rp285,77 miliar, bengkak dari Rp264,74 miliar. Beban umum dan administrasi Rp130,03 miliar, bertambah dari Rp124,98 miliar. Pendapatan operasi lainnya Rp21,05 miliar, naik dari Rp17,29 miliar. Beban operasi lainnya Rp1,31 miliar, berkurang dari Rp4,75 miliar.

Laba usaha Rp2,87 miliar, meroket 113,05 persen dari minus Rp21,98 miliar. Beban keuangan Rp17,72 miliar, bertambah dari Rp15,09 miliar. Beban pajak penghasilan Rp939,65 juta, berbalik dari periode sama tahun lalu dengan manfaat pajak Rp311,86 juta. Rugi periode berjalan Rp15,52 miliar, susut dari Rp36,25 miliar.

Total ekuitas Rp249,77 miliar, turun dari Rp265,29 miliar. Defisit Rp32,66 miliar, bengkak dari Rp17,37 miliar. Jumlah liabilitas Rp962,29 miliar, melonjak dari akhir tahun sebelumnya Rp911,48 miliar. Total aset Rp1,21 triliun, melejit dari akhir tahun lalu Rp1,17 triliun.

Sepanjang perdagangan kemarin, saham RANC anjlok 4,46 persen alias 25 poin menjadi Rp535. Sejak awal tahun ini, saham RANC menukik 39,89 persen setara 355 poin dari edisi 2 Januari 2026 di kisaran Rp890. RANC didukung kapitalisasi pasar Rp837 miliar. (*)