EmitenNews.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada perdagangan Kamis pagi melemah terhadap dolar AS . Pelemahan rupiah terjadi di tengah aksi ambil untung (profit taking) oleh pelaku pasar.
Rupiah pada perdagangan pagi ini terpangkas 23 poin atau 0,15 persen ke posisi Rp15.073 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.050 per dolar AS.
"Rupiah hari ini diperkirakan diperdagangkan melemah terhadap dolar AS karena aksi profit taking oleh pelaku pasar merealisasikan keuntungan dari dolar," kata analis Bank Woori, Rully Nova di Jakarta, Kamis.
Rully menduga pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh menguatnya indeks dolar AS ke level 102,85. Indeks dolar AS merupakan indeks yang menunjukkan pergerakan dolar AS terhadap enam mata uang negara utama lainnya, yakni euro, yen Jepang, pound Inggris, dolar Kanada, krona Swedia, dan franc Swiss.
Sementara pasar menunggu data pendapatan konsumer Amerika Serikat (AS) sebagai petunjuk inflasi Maret 2023.
Rully memproyeksikan kurs rupiah hari ini bergerak pada kisaran Rp15.055 per dolar AS hingga Rp15.125 per dolar AS.(*)
Related News
Inilah Profil Jeffrey Hendrik, Pimpinan Sementara BEI
Permintaan Tinggi Angkat HPE Konsentrat Tembaga dan Emas
Dari 23 Subsektor Industri Pengolahan, 20 Di Fase Ekspansi
Bapanas Pastikan Ketersediaan Pangan Pokok Aman Hingga Maret
IKI Januari 2026 Catat Rekor Tertinggi Dalam 49 Bulan
Pemerintah Dan BI Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi 2026





