Rupiah Melemah ke Rp17.917, Pengamat Soroti Pasokan BBM
:
0
Ilustrasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah pada perdagangan Senin (5/10).
EmitenNews.com - Nilai tukar rupiah kembali melemah di tengah tekanan eksternal dan kekhawatiran terhadap ketahanan pasokan energi nasional.
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menilai perkembangan konflik Timur Tengah dan kondisi pasokan bahan bakar minyak (BBM) menjadi sejumlah faktor yang perlu dicermati pasar.
Pada perdagangan sore ini, rupiah ditutup melemah 35 poin ke level Rp17.917 per dolar Amerika Serikat (AS), dari posisi penutupan sebelumnya di Rp17.882 per dolar AS atau sempat melemah hingga 75 poin.
Menurut Ibrahim, gejolak konflik di Timur Tengah turut meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional sebelumnya menyatakan akan melancarkan operasi militer besar-besaran untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai kelompok Houthi.
Di sisi lain, kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim telah meluncurkan rudal balistik dan drone ke fasilitas Saudi Aramco di Riyadh dan wilayah Khurais sebagai respons atas serangan yang dipimpin Arab Saudi di Yaman. Arab Saudi belum mengonfirmasi serangan tersebut.
Ketidakpastian tersebut menjadi perhatian bagi Indonesia karena sekitar 25% sumber pasokan impor BBM disebut terdampak gejolak konflik Timur Tengah. Pemerintah bersama Pertamina pun mencari sumber pasokan alternatif secara langsung dari negara-negara yang masih memiliki kelebihan stok BBM.
Ibrahim mengatakan strategi tersebut berpotensi membuat harga pengadaan BBM lebih tinggi dibandingkan mekanisme normal. Namun, langkah itu diperlukan untuk menjaga ketersediaan pasokan BBM nasional di tengah ketidakpastian pasokan global.
“Pemerintah tetap menjaga ketahanan stok BBM nasional pada level 18–20 hari,” ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis, Senin (5/10).
Dalam pandangan Ibrahim, pemerintah memiliki dua prioritas utama, yakni menjaga harga BBM subsidi, khususnya solar dan bensin, agar tidak mengalami kenaikan serta mempertahankan ketahanan stok BBM nasional.
Ibrahim menambahkan, antrean BBM di sejumlah wilayah tidak serta-merta menunjukkan adanya persoalan ketahanan stok secara nasional. Gangguan distribusi di lapangan juga dapat memicu antrean, termasuk akibat kondisi El Nino yang dapat mengganggu jalur distribusi melalui sungai.
Related News
Risiko Gagal Bayar Rendah, Fitch Afirmasi Peringkat BJBR AA-(idn)
Nippon Paint Akuisisi Dulux untuk Pasar Indonesia
Tertekan, Rupiah Pagi ini Kembali Dekati Rp18.000/USD
Data Tenaga Kerja AS Melambat, Emas Dunia dan Antam Kompak Menguat
Spekulasi Bunga Fed Mereda, Harga Emas Naik di Atas USD4.150
Rupiah Tertekan Defisit Ganda, BI Dikritisi Jadi "Mesin Utang"





