EmitenNews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak menguat tipis pada perdagangan Rabu pagi, 7 Oktober 2026. Berdasarkan data konversi real-time Google per pukul 10:00 WIB, rupiah berada di level Rp17.888 per dolar AS. Posisi ini mencerminkan penguatan sebesar 11 poin atau sekitar 0,06% dibandingkan dengan posisi pembukaan pagi yang sempat menyentuh level Rp17.899 per dolar AS.

Jika dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan Selasa (6/10/2026) di pasar spot yang berada di kisaran Rp17.899 per dolar AS, mata uang Garuda tercatat menguat terbatas sebanyak 11 poin atau naik sekitar 0,06%. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia yang dirilis pada posisi transaksi harian sebelumnya tercatat sebesar Rp17.910 per dolar AS.

Pada awal pembukaan pasar spot pagi ini pukul 09:00 WIB, rupiah sempat dibuka menguat hingga ke level Rp17.865 per dolar AS. Kendati demikian, tekanan terhadap mata uang domestik kembali menahan laju penguatan sehingga rupiah tertahan di kisaran Rp17.888 per dolar AS menjelang siang hari.

Pergerakan nilai tukar rupiah pada hari ini dipengaruhi oleh kombinasi dinamika pasar keuangan global dan domestik. Dari sisi global, pelaku pasar bersikap hati-hati menjelang rilis risalah rapat kebijakan moneter dari Federal Reserve (The Fed) serta mengantisipasi pernyataan bernada ketat (hawkish) dari pejabat bank sentral AS. Selain itu, fluktuasi harga minyak mentah dunia turut menjadi beban tambahan bagi mata uang negara berkembang.

Dari dalam negeri, sentimen pasar tertahan oleh penantian rilis data ekonomi penting dari Bank Indonesia, khususnya angka cadangan devisa periode September yang dijadwalkan terbit hari ini, serta data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) besok. Kedua indikator tersebut menjadi acuan investor dalam memproyeksikan arah arus modal asing (capital inflow) di pasar keuangan domestik. .(*)