Ruwatan Trunojoyo: Mutasi 19 Kapolda Amankan Investasi Rp 13.000 T
:
0
Polri bila konsisten dan persisten mengawal doktrin dan menindak oknum yang “ngutap-ngutip
EmitenNews.com - Belum genap 24 jam setelah dilantik, Kamis Legi (1 Oktober 2026), Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto langsung bekerja sat-set. Lewat selembar Surat Telegram, ia merombak 88 perwira tinggi dan menengah, termasuk memutasi 19 Kapolda di wilayah strategis. Di atas kertas, ini mungkin terbaca bak mutasi dan penyegaran organisasi yang lumrah terjadi di 100 hari pertama.
Mantan Komisioner Kompolnas (yang juga Mantan Anggota Ombudsman RI), Prof. Adrianus Eliasta Meliala menilai, meritokrasi yang konsisten dan penghargaan kepada role model sebagai bagian pembenahan, bukan sekadar rotasi jabatan.
“ Awarding semegah apapun, tidak berguna kalau penerimanya tidak dirawat dan tidak direplikasi sehingga menjadi budaya Polri," kata Adrianus kepada Emitennews.
Hoegeng Awards 2026 memang menobatkan lima polisi teladan, mulai dari Kombes Norul Hidayat sampai Iptu Motalip Litiloly. Namun bila mereka tidak memperoleh perhatian, bisa dalam bentuk reward promosi atau yang lain, maka akan menjadi sia-sia bagi institusi.
Anggota Polri yang bisa menjadi role model ini umumnya berbeda saat bersentuhan dengan masalah di lapangan. Mereka lebih mengutamakan solusi humanis ketimbang penegakan hukum yang kaku.
Bagi para pelaku pasar dan eksekutif korporasi, mutasi dan rotasi kali ini bukan sekadar pergeseran kursi dan posisi. Ini adalah sebuah prosesi ruwatan(upaya pembersihan besar-besaran) untuk mengusir "memedi" atau hantu biaya siluman yang selama ini gentayangan mencekik leher para investor. Gebrakan Jenderal Suyudi ini sejatinya adalah pengejawantahan dari garis tegas Presiden Prabowo Subianto. Dalam berbagai forum makroekonomi, termasuk BNI Investor Daily Summit, pesannya tidak pernah bersayap: "Tidak mungkin ada kemakmuran tanpa stabilitas. Tidak mungkin ada pertumbuhan ekonomi, ada investasi tanpa kepastian hukum.
Manuver kilat ini selaras dengan doktrin baru Trunojoyo yang secara lugas menetapkan bahwa stabilitas keamanan adalah prasyarat mutlak bagi masuknya investasi. Dalam laporan visi-misinya di hadapan Komisi III DPR RI pada Kamis, 1 Oktober 2026, Kapolri baru Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto secara eksplisit menempatkan stabilitas keamanan sebagai fondasi penopang pertumbuhan makro. Ia menegaskan bahwa peran Polri adalah menjaga ruang aman bagi pembangunan, memberikan kepastian hukum, melindungi masyarakat, mencegah gangguan, dan menindak tindak pidana sesuai kewenangan. Komitmen ini menjadi angin segar sekaligus sinyal positif bagi pasar modal dan komunitas bisnis
baca:kapolri-baru-suyudi-perisai-biaya-siluman-agar-investasi-nyaman
Bila dibedah dari kacamata makroekonomi, pemerintahan saat ini mematok target yang bikin berdebar: meraup realisasi investasi sebesar Rp13.032 triliun dalam lima tahun ke depan (2025-2029) demi mengejar pertumbuhan ekonomi 8 persen. Ini lompatan eksponensial. Sebagai perbandingan, akumulasi satu dekade terakhir saja (2014-2024) hanya berkisar di angka Rp9.900 triliun.
Pertanyaannya sederhana, namun memikul beban ekonomi yang amat berat: mungkinkah dana raksasa itu mendarat mulus jika di daerah para pengusaha terus-terusan dipalak preman berseragam, ormas fiktif, hingga birokrasi yang gemar mempersulit izin?
Related News
Kasus Korupsi Iklan Bank BJB, KPK Telusuri Aset Ridwan Kamil
Apresiasi Untuk Olah Sampah Berbasis Biodigester di Rusunawa Rorotan
Ancaman Rp360 T Dari Kisruh Investasi di Jatiluhur
Ingat Tragedi Semikonduktor 1980-an, Kisruh Data Center Jabar
Kelola Ekosistem Desa, Manajer KDKMP Digaji Hingga Rp8,3 Juta
Korupsi Motor Listrik MBG Rp1,22T Kejagung Usut Keterlibatan Korporasi





