EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Meratus Jasa Prima Tbk (KARW) setelah mengalami pelemahan harga yang signifikan. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menyatakan bahwa suspensi ini dilakukan sebagai langkah cooling down untuk melindungi investor. 

"Sebagai bentuk perlindungan bagi investor, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham KARW," ujar Yulianto dalam pengumuman, Selasa (14/11/2024).

Suspensi berlaku mulai sesi I pada 14 Januari 2024 di pasar reguler dan pasar tunai, hingga ada pengumuman lebih lanjut dari BEI.

Harga saham KARW, yang menjadi target aksi backdoor listing, terus mencatatkan batas auto reject bawah (ARB) secara berturut-turut. Penurunan ini diduga disebabkan oleh penjualan saham besar-besaran oleh pemegang saham utama dan pengendali, PT Saranakelola Investasi (SKI), yang dimiliki oleh Keluarga Menaro.

Pada perdagangan Senin (13/1/2025), saham KARW kembali menyentuh ARB setelah turun 10 persen ke Rp1.180. Dalam sebulan terakhir, saham KARW anjlok hingga 75 persen. Aksi jual oleh SKI dinilai pasar sebagai indikasi bahwa pengendali tidak lagi berkepentingan menjaga harga saham setelah backdoor listing. 

Namun, perseroan menyatakan bahwa SKI tetap akan menjadi pengendali, dengan tujuan memperluas basis investor setelah mengakuisisi 80,19 persen saham perseroan. 

"Yang nantinya akan meningkatkan jumlah investor serta nilai transaksi saham di pasar modal Indonesia," ujar Sekretaris Perusahaan Meratus Jasa Prima, Ike Andriani, dalam keterangannya, Jumat (3/1/2025).

SKI tercatat beberapa kali menjual saham KARW, termasuk 4,68 juta saham pada 6 Desember 2024 dan 4,7 juta saham pada 27 Desember 2024, yang mengurangi porsi kepemilikannya menjadi 79,48 persen. Yulianto menegaskan bahwa suspensi ini memberikan waktu yang cukup kepada pelaku pasar untuk mengambil keputusan investasi secara matang. 

"Bursa mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan," katanya.

PT Meratus Jasa Prima Tbk (KARW) sebelumnya bernana PT ICTSI Jasa Prima Tbk. Hal itu seiring masuknya Grup Meratus ke KARW. PT Saranakelola Investa atau Grup Meratus per 1 Februari 2024 telah melakukan pengambilalihan atas saham pengendalian KARW. Pada periode tahun berjalan, saham KARW terbang 4.400% ke Rp 2.250 dari Rp 51 atau dari area gocap. Saham ini juga sempat menyentuh Rp 7.150 pada 3 September 2024.