EmitenNews.com - PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) adalah dapur hulu benteng perkebunan sawit milik keluarga besar Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam di Kalimantan Timur, yang dikendalikan melalui kepemimpinan sang putri, Liana Saputri, selaku pemilik manfaat akhir entitas induk.

Perusahaan mengelola total konsesi lahan seluas 41.562,25 hektar (HGU hingga 2033) dengan area tertanam 23.354,22 hektar serta tambahan kebun plasma 3.624,98 hektar. Menariknya, jika pada paruh pertama atau Semester I-2026 performa keuangannya sempat lesu akibat penurunan omzet dan lonjakan beban administrasi, kinerja kuartal ketiga ini justru berbalik melesat kencang.

Kebun Sawit Bangkit Kencang di Kuartal Ketiga

Setelah sempat tertekan pada paruh pertama tahun ini di mana penjualan bersih turun 20,82 persen menjadi Rp304,98 miliar dan laba bersih anjlok hampir separuhnya, PGUN berhasil membalikkan keadaan secara dramatis hingga akhir September 2026.

Secara akumulatif sembilan bulan berjalan, total omzet penjualan bersih perusahaan sukses merangkak naik 5,26 persen menjadi Rp566,10 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp537,83 miliar.

Lonjakan ini membuktikan adanya pemulihan volume atau harga jual sawit yang kuat pada kuartal ketiga, menyelamatkan kinerja pendapatan tahunan perusahaan dari tren pelemahan sebelumnya.

Kinerja Kuartal III Murni: Potret Tajam Tiga Bulan Terkahir

Jika dibedah menggunakan lensa khusus kuartalan (quarter-on-quarter), pergerakan bisnis PGUN pada periode Juli hingga September 2026 memperlihatkan ledakan performa yang luar biasa dahsyat. Pendapatan khusus kuartal ini melesat 71,05 persen menjadi Rp261 miliar, jauh meninggalkan perolehan kuartal-kuartal sebelumnya yang sempat tersendat.

Sejalan dengan itu, laba bersih mandiri khusus kuartal ketiga melonjak hingga 408,01 persen menjadi Rp91 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya membukukan Rp18 miliar.

Lonjakan laba kuartalan yang masif ini didorong oleh kenaikan laba kotor kuartalan sebesar 91,64 persen menjadi Rp90,97 miliar dengan margin laba kotor (Gross Profit Margin) kuartalan yang membaik ke level 34,84 persen, menegaskan bahwa momentum pemulihan paruh kedua tahun ini berjalan sangat agresif.