EmitenNews.com - Pukul Rata Kanan (PRK) bakal menjadi pengendali baru Guna Timur Raya (TRUK). Itu menyusul rencana valuntary tender offer (VTO) atas maksimal 65,25 juta saham TRUK dengan harga Rp740 per lembar. Dengan skema harga tersebut, Gabriel Rey telah menyiapkan anggaran maksimal Rp48,3 miliar.

Kalau tender sukarela berjalan sesuai skenario, kepemilikan PRK akan meningkat dari 15 persen menjadi 30 persen. Porsi 30 persen tersebut berdasar nilai kepemilikan bernilai sekitar Rp336,69 miliar. Perkiraam pernyataan penawaran tender sukarela menjadi efektif pada 4 November 2026. Periode VTO pada 6 November hingga 7 Desember 2026.

Perkiraan penjatahan pada 10 Desember 2026. Pengembalian saham yang tidak dibeli pada 14 Desember 2026. Pembayaran pada 15 Desember 2026. PRK memproyeksi TRUK dapat mencatat pertumbuhan positif dari sisi pendapatan, marjin, hingga aset.

Komitmen Pengembangan

PRK meyakini pemegang saham pengendali baru dapat membantu TRUK mencapai pertumbuhan finansial maupun operasional, termasuk memberi manfaat bagi pemegang saham minoritas. “PRK meyakini dapat membantu TRUK mencapai pertumbuhan finansial maupun operasional yang diharap semua pihak, termasuk pemegang saham minoritas,” tegas PRK.

Nah, guna merealisasikan rencana itu, PRK membuka peluang pengembangan usaha TRUK secara organik maupun anorganik. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan hasil evaluasi, kondisi pasar, peluang usaha, strategi, dan kemampuan pendanaan. PRK juga menegaskan tidak memiliki rencana melakukan go-private terhadap TRUK.

Dengan demikian, VTO tetap memberikan kesempatan kepada pemegang saham publik, khususnya pemegang saham minoritas, untuk menentukan keputusan investasi. Gabriel Rey memiliki 99,9 persen saham PRK. Perseroan didirikan berdasarkan Akta Pendirian perseroan terbatas No. 14 tanggal 25 Agustus 2025 dan berkedudukan di Surabaya, Jawa Timur.

Mendadak Bekukan TRUK

Gabriel Reyner Elskayah De Leroy atau Gabriel Rey merupakan pendiri sekaligus CEO TRIV, platform jual beli aset kripto dan keuangan digital di Indonesia. Bursa Efek Indonesia (BEI) menyetop perdagangan efek Guna Timur Raya (TRUK). Itu setelah emiten asuhan Gabriel Rey dan Andry Hakim tersebut terus melonjak signifikan. Bahkan, tercatat 8 kali beruntun saham TRUK menghiasi auto rejection atas (ARA).

Suspensi tersebut sekaligus menyudahi petualangan TRUK untuk kembali menjejak ARA atau sebaliknya. Penyetopan saham itu, terjadi usai TRUK bebas dari jeratan full-periode Call Auction (FCA) pada 25 September 2026. Tersebab, usai bebas FCA saham TRUK melanjutkan ARA.