Satu Owner dengan Jhonlin Baratama, JARR Bicara Dampak Akuisisi BYAN
:
0
Buah kelapa sawit PT Jhonlin Agro Raya Tbk
EmitenNews.com - PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) memastikan rencana akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh PT Jhonlin Baratama tidak berdampak material terhadap Perseroan, meski kedua entitas memiliki pengendali utama atau Ultimate Beneficial Owner (UBO) yang sama.
Menanggapi pertanyaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (23/9/2026), JARR menyebut Perseroan dan Jhonlin Baratama tidak memiliki hubungan kepemilikan saham secara langsung maupun tidak langsung.
Namun, keduanya terafiliasi karena berada di bawah pengendalian UBO yang sama, yakni H. Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam, serta berada dalam payung grup usaha PT Jhonlin Group.
Kesamaan pengendali disorot BEI menyusul keterbukaan informasi BYAN pada 17 September 2026 terkait penandatanganan perjanjian jual beli saham bersyarat pembelian saham BYAN oleh Jhonlin Baratama.
JARR menegaskan tidak memiliki keterlibatan, baik langsung maupun tidak langsung, dalam rencana pembelian saham BYAN tersebut. Aksi korporasi itu sepenuhnya dilakukan Jhonlin Baratama dan berada di luar ranah Perseroan.
Perseroan juga memastikan tidak ada aset, fasilitas, sumber daya, maupun dukungan lainnya milik JARR yang digunakan untuk mendukung transaksi akuisisi BYAN. JARR bahkan menyatakan tidak menyediakan pendanaan, pinjaman, fasilitas pembiayaan, maupun dukungan keuangan lainnya kepada Jhonlin Baratama.
Dengan kondisi tersebut, manajemen JARR menilai transaksi akuisisi BYAN tidak berpotensi menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, hasil usaha, arus kas, maupun kelangsungan usaha Perseroan.
Related News
Investasi Langsung, Dirut Hero Global Investment (HGII) Tambah Saham
Raih Pembiayaan USD9,8 Juta, Anak Usaha ARKO akan Biayai Proyek PLTS
BUVA Perkuat Eksposur Sektor Hiburan dan Gaya Hidup Bali
Morgan Stanley Serok GOTO Senilai Rp10,8M, Kuasai 7% Porsi Saham
Di Luar 3 Bisnis Inti, Astra International (ASII) Perketat Investasi
Gelontorkan Rp20,3M, Pengendali ASLI Tambah Kepemilikan Jadi 52 Persen





